thatsourmia posted on 30-7-2005 02:49 AM

ALL ABOUT MISTERI PRA-SEJARAH

misteri pelik yg berlaku pd zaman dulu sampai skang x tau lg apa maksudnya... :hmm::hmm::hmm:



[ Last edited by  BabeYSHa at 7-12-2006 10:36 AM ]

thatsourmia posted on 30-7-2005 02:52 AM

bola2 prasejarah

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/bola2.jpg

Di Kosta Rika, ditemukan banyak sekali bola-bola batu aneh dari bahan granit dalam berbagai ukuran. Dari yang sebesar buah jeruk hingga yang berukuran raksasa, berdiameter lebih dari 2,15 meter. Benda-benda ini hingga kini belum banyak diketahui asal-usulnya, kecuali bahwa keberadaannya sudah ada sejak pendaratan pertama kali Christopher Columbus (1502) di Kosta Rika.  Setiap benda dibuat dengan sangat halus membentuk bola sempurna dan terdapat guratan-guratan yang membentuk suatu pola (petroglyph) aneh pada lapisan luarnya. Petroglyph itu ternyata ada yang mirip dengan rangkaian gugusan bintang, sehingga diduga ada kaitannya dengan keperluan astronomi pada masanya. Bola-bola misterius ini kini sebagian besar disimpan di Costa Rican National Museum, San Jos

thatsourmia posted on 30-7-2005 02:54 AM

tengkorak purba ada bekas tembak

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/tengkorak1.gif

Pada 17 Juni 1921, Tom Zwigelaar menemukan sebuah tengkorak manusia purba yang kemudian dikenal sebagai Broken Hill Skull di Kawbe, Zambia (Rhodesia Utara). Para ahli mengidentifikasikan bahwa tengkorak ini berusia antara 125.000 - 300.000 tahun. Diduga berkait dengan jenis Homo Heidelbergensis, nenek moyang Neanderthal di Eropa. Arthur Smith Woodward (1864-1944) yang kemudian menerima temuan ini untuk diteliti menggolongkannya ke dalam jenis baru yaitu Homo Rhodesiensis. Namun yang kemudian mengherankan para ahli adalah perihal lubang kecil berdiameter 8 mm yang menembus kedua sisi tengkorak tersebut, karena hanya mungkin terjadi oleh sebuah tembakan peluru dengan kecepatan sangat tinggi dan terjadi ketika manusia purba ini masih hidup. Kesimpulan ini diperkuat oleh hasil penelitian otoritas forensik Jerman. Ini berarti sudah ada alat tembak berteknologi tinggi pada masa Palaelolithik Afrika tersebut. Tengkorak manusia purba berlubang tembak ini kini disimpan di British Museum, London.


Benua Afrika termasuk area yang banyak ditemukan sisa peninggalan manusia purba dalam bentuk kerangka. Pada 11 Juli 2001, Michel Brunet dari University of Poitiers, Prancis melaporkan penemuan tengkorak hominid, manusia purba tertua yang pernah ditemukan, berusia antara 6.000.000 - 7.000.000 tahun dari Chad dan digolongkan ke dalam jenis baru, Sahelanthropus Tchadensis (Touma

thatsourmia posted on 30-7-2005 02:57 AM

komputer kuno dari yunani

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/komputer2.gif

Pada 1901, para penyelam Yunani di perairan pulau Antikythera (dibaca: Andikithira, juga dikenal dengan nama: Cerigotto, Sijiljo atau Stus) menemukan sebuah benda peninggalan dari sebuah puing-puing di dasar laut dengan bentuk seperti sebuah jam beker yang berusia paling tidak 2.000 tahun lalu. Penelitian lebih mendalam kemudian oleh Derek J. De Solla Price, menunjukkan bahwa mekanisme benda ini adalah seperti yang kini digunakan sebagai komputer (mesin hitung) untuk mengukur pergerakan bintang-bintang dan planet-planet.

Dalam Scientific American, De Solla juga mengingatkan kembali tentang penemuan sebuah alat hitung kalender beroda gigi dari kebudayaan Islam abad ke-13 yang tersimpan di Museum Sejarah Iptek, Oxford. Konsep kerjanya seperti yang telah ditulis oleh ahli astronomi, Al Biruni pada 1.000 M. Peralatan yang dibuat oleh peradaban Islam itu lebih sederhana daripada mekanisme Antikythera namun memperlihatkan banyak kesamaan pokok detil teknis yang digunakan diantara keduanya. “Dari ini tampaknya peradaban Antikythera seolah-olah telah lenyap dari kita namun muncul dan dipahami oleh orang-orang Arab (Islam). Hingga lalu masuk ke peradaban Eropa pada abad pertengahan menjadi dasar teknologi jam modern

thatsourmia posted on 30-7-2005 03:00 AM

piring batu kaum dropa

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/dropa2.jpg

Pada 1938, sebuah tim arkeolog dari Universitas Peking (Beijing) yang sedang melakukan survei gua-gua di pegunungan Baian Kara-Ula, Tibet menemukan sebuah pekuburan dalam salah satu gua yang dibuat dengan sangat rapi, berisi tulang kerangka mirip manusia pada umumnya, kecuali bagian tengkorak kepalanya yang lebih besar, tak sebanding dengan proporsi tubuhnya. Di tempat yang sama, salah seorang anggota tim juga menemukan sebuah piringan batu berdiameter 22,86 cm, tergeletak pada sebuah sudut gua dan tertutup lapisan debu. Pada bagian tengah piringan tersebut terdapat lubang dan goresan-goresan teratur pada salah satu sisi permukaannya yang menyerupai bentuk karakter tulis berukuran sangat kecil. Para anggota tim yang tak satu pun memahami tulisan tersebut kemudian membawa dan menyimpannya bersama hasil-hasil temuan lainnya ke Universitas Peking.

Sejak itu para ahli di Peking terus berupaya memecahkan maksud tulisan tersebut. Hingga 20 tahun kemudian, Dr. Tsum Um Nui berhasil memecahkan kode tulisan dan membaca pesan yang terkandung padanya. Isi tulisan pada piringan tersebut menceritakan tentang penduduk dari planet lain yang mengalami kerusakan pesawat sehingga terpaksa mendarat darurat di pegunungan Baian Kara-Ula. Para penduduk lokal setempat (suku Han) yang terkejut dan merasa aneh dengan penampilan fisik para pendatang tersebut menyangka mendapat ancaman lalu berusaha memburu dan membunuh mereka. Para pendatang yang juga terdapat perempuan dan anak-anak menjadi panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi pada gua tempat ditemukannya piringan batu tersebut, namun banyak diantaranya yang terbunuh. Kerusakan pesawat yang parah dan keterisolasian lokasi membuat mereka tidak dapat memperbaiki pesawatnya. Tulisan tersebut juga mengidentifikasikan mereka sebagai kaum Dropa. Keterangan yang tertulis pada piringan batu tersebut ternyata mirip dengan legenda yang ada di masyarakat lokal setempat, yaitu tentang munculnya makhluk dari angkasa yang berbadan kurus kecil tetapi berkepala lebih besar.

Pada 1965, telah berhasil ditemukan 716 piringan batu sejenisnya dari gua yang sama. Seorang ahli dari Rusia bernama W. Saitsew yang melanjutkan penelitian Dr. Tsum Um Nui melaporkan bahwa piringan batu tersebut terbuat dari campuran kobalt dan sejenis metal yang tidak dikenal, diduga adalah bagian komponen suatu sirkuit elektris. Sedangkan pada suatu sisi dinding gua, juga ditemukan gambar matahari, bulan, sebuah bintang yang belum teridentifikasikan dan planet bumi yang keseluruhannya dihubungkan oleh sebuah garis titik-titik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa temuan-temuan di gua tersebut (termasuk piringan batu) telah berusia kurang lebih 12.000 tahun. Kini, di area sekitar gua tempat ditemukannya piringan batu masih dihuni oleh dua suku yang terisolir bernama Han dan Dropa. Mereka bukan seperti orang Tiongkok maupun Tibet, bahkan penampilan fisiknya berbeda dengan orang kebanyakan, badannya kurus dan lemah, tingginya tak melebihi 1,5 meter.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/dropa1.jpg

thatsourmia posted on 30-7-2005 03:02 AM

kota kuno di India di bom atom

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/kota.jpg

Terdapat sebuah tempat di Distrik Rajasthan (India, wilayah yang berbatasan dengan Pakistan), 10 mil sebelah barat ibukota Jodhpur, yang permukaan tanahnya mengandung radioaktif seluas 3 mil persegi. Pancaran radioaktif itu demikian kuat sehingga area tersebut dinyatakan berbahaya.

Pada awalnya, di area tersebut tengah dibangun perumahan ketika kemudian berbagai kasus kecelakaan muncul, meliputi kelahiran bayi cacat sampai yang terkena kangker pada orang-orang yang bekerja atau berada di sana. Para ahli (terdiri dari lima orang, dipimpin oleh Lee Hundlay sebagai foreman projek) lalu diturunkan ke area tersebut untuk melakukan penelitian hingga menemukan bahwa ternyata terdapat pancaran radioktif yang sangat tinggi. Lebih lanjut, para ahli juga menemukan situs kota kuno di lokasi tersebut dan bukti-bukti telah terjadi ledakan atom yang terjadi antara 8.000 - 12.000 tahun yang lalu, menghancurkan gedung-gedung dan menewaskan kira-kira setengah juta penduduknya.

Salah seorang ahli membandingkan ledakan atom di sana dengan peristiwa yang serupa di Jepang (Hiroshima dan Nagasaki) pada akhir perang dunia ke-2. Kisari Mohan Ganguli, seorang ahli sejarah India mengungkapkan bahwa sebenarnya detil kejadian dan akibat ledakan (pada makhluk hidup dan bangunan) sewaktu peledakan bom atom di Jepang itu mirip dengan yang digambarkan pada salah satu cerita kuno India, yaitu pada bab Drona Pavra dari Kitab Mahabharata. Seolah-olah masyarakat India kuno dahulu sudah tak asing dengan perihal bom atom atau nuklir.

Francis Taylor, seorang arkeolog dari tim peneliti mengemukakan bahwa terdapat beberapa coretan-coretan tulisan pada beberapa reruntuhan bangunan kuno (kuil) di sana yang setelah dicoba untuk diterjemahkan, seperti berisi doa dari penduduknya agar selamat dari suatu cahaya sangat besar yang datang melingkupi kotanya.

Adanya radiasi pada bekas kota kuno di India ini menambah bukti tentang pernah terjadinya bencana ledakan atom ribuan tahun yang lalu, sebelum generasi manusia sekarang berhasil menemukan atom.

Proses pembangunan perumahannya kemudian dihentikan seusai para ahli yang tergabung dalam tim peneliti menyampaikan hasil penelitiannya, dan pemerintah India sendiri kini telah menutup area tersebut.

thatsourmia posted on 30-7-2005 03:05 AM

peradaban kuno di lembah indus

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/indus3.jpg

Pada 1922, arkeolog menemukan situs kota kuno yang dinamakan Kota Harappa. Kemudian pada sekitar 400 mil di sebelah tenggaranya juga ditemukan kota kuno lainnya, Mohenjo-Daro. Berdasarkan hasil penelitian mereka, diperkirakan bahwa peradaban kota-kota tersebut muncul pada sekitar 3.000 S.M hingga 1.500 S.M. Situs kota-kota kuno ini terletak di Distrik Larkana, Sidth (Pakistan) dan dikenal sebagai situs Peradaban Lembah Indus. Belakangan ditemukan lebih banyak lagi bekas kota di area situs tersebut hingga keseluruhannya mencapai hampir 1.400 bekas kota. Dengan komunitas penduduk pada masing-masing kota berkisar 35.000 orang maka daerah ini dahulunya merupakan peradaban suatu komunitas yang ramai.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/indus2.jpg

Walaupun muncul ribuan tahun sebelum masehi, namun dari bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan oleh para ahli, menunjukkan bahwa pada masa itu, penduduknya telah memiliki tingkat peradaban yang sangat tinggi. Antara lain ditunjukkan dengan kemampuannya dalam hal perencanaan tata ruang kota dengan struktur jalanan yang lurus dan rapi,  rumah tempat tinggal berbahan bangunan batu merah yang bahkan telah dilengkapi bak mandi pribadi hingga anak-anak yang telah bermain dengan berbagai jenis mainan (kereta-keretaan kecil, peluit berbentuk burung, dll) serta para perempuannya yang sudah mengenal pemoles bibir (gincu), mengenakan perhiasan berukiran indah (berarti juga sudah mengenal teknik pengolahan logam) dan baju berwarna-warni. Untuk fasilitas umum, juga terdapat kolam renang dengan fasilitas yang cukup lengkap di Kota Mohenjo-Daro. Mereka juga memiliki tempat penampungan air bersih (reservoir) raksasa, dengan saluran-saluran yang terhubung ke tiap-tiap rumah penduduknya. Terdapat beberapa bukti tanda-tanda pemusnahan peradabannya adalah dari suatu sebab yang mirip dengan efek bom atom. Jalan-jalan dipenuhi serpihan seperti kaca hitam yang ternyata adalah terbentuk dari tanah liat yang mencair karena panas yang sangat tinggi. Pada beberapa sisa kerangka yang ditemukan, ada dalam berbagai posisi seperti sedang berpegangan tangan, tampaknya terlanda malapetaka dahsyat yang muncul tiba-tiba.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/indus1.jpg

thatsourmia posted on 30-7-2005 03:06 AM

tiang bes anti karat di India

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/tiang.jpg

Di India, terdapat sebuah tiang besi kuno yang paling tidak berusia 1.600 tahun lebih, terletak di pusat Masjid Quwwat Ul-Islam pada situs bersejarah Mehrauli, New Delhi. Besi ini sangat padat, berukuran panjang 23 kaki 8 inci serta berdiameter 12,5 inci pada bagian atas dan 16,4 inci pada bagian bawahnya.

Vincent A. Smith, seorang ahli sejarah dari Inggris pada tahun 1897 telah mencoba mempelajari tiang besi ini, namun ia menemukan dua keterangan dari masa yang berbeda pada tiang tsb. Jika pada bagian atas tiang menunjukkan monumen kemenangan Raja Chandra II (dari Dinasti Gupta) namun pada bagian bawahnya mengemukakan tentang Raja Anang Pal II (dari Dinasti Chauhan) yang memerintah India Utara pada akhir abad ke-11.  Hal inilah yang membingungkan para ahli untuk dapat memastikan, selain memperkirakan bahwa usia tiang besi ini paling tidak adalah 1.600 tahun lebih. Di kalangan masyarakat lokal India (Hindu) sendiri, menurut Dr. Munish Chandra (arkeolog senior India) umumnya percaya bahwa tiang besi itu adalah gada peninggalan Bima dari keluarga Pandawa (mitologi Mahabharata). Telah berkembang pemikiran di kalangan para ahli berdasarkan bukti-bukti temuan baru bahwa bangunan piramida kuno di Giza mungkin bukan dibuat oleh firaun Mesir, tetapi sudah ada jauh dari masa sebelumnya. Firaun Mesir lalu memperbaiki sebagian dan menjadikan fungsinya sebagai makam. Maka bisa jadi perbedaan masa antara keterangan di bagian atas dan bagian bawah tiang besi kuno itu terjadi oleh hal yang serupa.

Karena heran pada fenomena tiang besi kuno tersebut, yang mampu bertahan dari karat dalam jangka waktu yang sangat lama maka Sir Alexander Cunningham, seorang arkeolog dari Inggris membuat analisis kimia dan akhirnya menemukan bahwa ternyata tiang besi tersebut telah dibuat dari bahan besi sangat murni, dengan kadar 99,9%. Hal ini makin mengherankannya, karena kenyataannya, teknologi metalurgi modern belum ada yang sanggup menghasilkan karya besi dengan kadar setinggi itu. Peradaban kuno lainnya yang mampu mengolah besi dengan kadar setinggi itu adalah Bangsa Dacian (Albania, Romania).

thatsourmia posted on 30-7-2005 03:09 AM

garis2 nazca

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/garis4.gif

Pada permukaan sebuah dataran batuan kering dan panas seluas lebih kurang 520 km2 di Nazca, bagian sebelah barat daya Peru, diantara Pegunungan Andes dan pantai Peru, terdapat temuan arkeologi menakjubkan dan misterius. Yaitu format-format buatan berukuran raksasa yang membentuk berbagai gambar tertentu.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/garis1.jpg

Karena sedemikian besarnya, untuk dapat melihat dengan jelas keseluruhan sebuah gambar saja harus dilihat dari ketinggian / angkasa dan kemudian baru akan tampak bentuk-bentuk seperti berbagai pola garis dan spiral geometris, bunga, seekor kera, laba-laba, burung, biawak/kadal, hingga astronout. Dibuat dengan goresan-goresan yang rapi dan presisi tinggi di atas permukaan media (padang / batuan) yang digunakan. Sebuah pola garis ada yang panjangnya mencapai 65 km.

Gambar-gambar raksasa ini pertama kali diketahui ketika sebuah penerbangan komersial mulai melintas di atas padang Nazca pada tahun 1920-an. Pilot dan penumpang pesawat tersebut melaporkan adanya bentuk garis pendaratan pesawat primitif pada tanah di bawah mereka.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/garis2.jpg

Hingga kini, para ahli belum berhasil mendapatkan jawaban yang definitif tentang siapa yang membuat, mengapa / untuk apa dibuat dan kapan waktu pembuatannya. Para ahli masih mendasarkan perkiraan waktu pembuatannya pada usia temuan-temuan artefak-artefak kuno di sekitar gambar raksasa, yang antara lain berupa keramik dan kerajinan kayu yang dibuat oleh masyarakat Nazca kuno, 300 SM. Pada artefak-artefak tersebut dijumpai pola-pola gambar yang serupa dengan gambar raksasa.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/garis3.jpg

cz posted on 30-7-2005 03:46 AM

bagus la info ni.....teruskan...

Hana posted on 30-7-2005 11:59 PM

tambah la lagi.. :bodek: :bodek:

suka la..hana baca..takyah nak tekan google or kena search... :clap:

thatsourmia posted on 31-7-2005 12:09 AM

Originally posted by Hana at 30-7-2005 23:59:
tambah la lagi.. :bodek: :bodek:

suka la..hana baca..takyah nak tekan google or kena search... :clap:

yayyy... seb baik ada gak org nak baca:rf::):)
aku suka bab2 camni ni
sbb tu nak kongsi dgn korang semua:nerd:

thatsourmia posted on 31-7-2005 12:10 AM

Originally posted by cz at 30-7-2005 03:46:
bagus la info ni.....teruskan...

baiklah~!!!:bodek:

thatsourmia posted on 31-7-2005 12:13 AM

runtuhan ba'albek

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/baalbek1.jpg

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/baalbek3.jpg

QS 37:125 (Ash Shaaffaat),
“A tad'uuna ba'law wa tadzaruuna ahsanal khaaliqiin

thatsourmia posted on 31-7-2005 12:18 AM

bateri dari baghdad

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/batera1.gif

Pada 1930, ketika dilakukan penggalian pada sebuah bukit kecil di daerah Khujut Rabula (dekat kota Baghdad, Irak), ditemukan puing sebuah pilar kuno dari era Parthian. Pihak museum Irak segera melakukan ekskavasi arkeologi pada area tersebut.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/batera2.jpg

Salah seorang arkeolog yang berasal dari Austria bernama Dr. Wilhem König lalu menemukan sesuatu benda aneh yang terpendam di situs itu dan beberapa lagi sejenisnya di dekat kota kuno Seleuca. Benda aneh tersebut terdiri atas sebuah silinder tembaga, batang besi serta aspal yang disusun sedemikian rupa dalam sebuah jambangan kecil (tinggi 14 cm, diameter 8 cm) dari tanah liat dan ketika dilakukan pengujian ternyata berfungsi sebagai baterai. Usia artefak-artefak baterai kuno ini diperkirakan berkisar 2.000 - 5.000 tahun, jauh sebelum Count Alessandro Volta (Italia) membuat baterai pertama kali pada tahun 1800 serta Michael Faraday (Inggris) menemukan induksi elektromagnetik dan hukum elektrolisis pada 1831.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/batera3.jpg

Pengujian yang dilakukan oleh F. M. Gray, seorang teknisi yang bekerja di General Electric - High Voltage Lab, Pittsfield, Massachusetts terhadap tiruan artefak kuno ini menunjukkan bahwa benda tersebut memang dapat berfungsi sebagai baterai. Dengan memasukkan cairan asam kedalam jambangannya, baterai ini bisa menghasilkan daya listrik 1,5 - 2 volt. Paul T. Keyser dari Universitas Alberta, Kanada mengajukan alternatif pemikiran tentang kemungkinan penggunaan baterai ini sebagai alat analgesik (penahan rasa sakit) pada masa itu.

Pada sebuah buku kuno dari India berjudul Shilpa-Sansar, disebutkan tentang seorang bernama Shri Parashuram Hari Thatte yang menerangkan prinsip teknis dan cara kerja baterai dalam format yang mirip dengan baterai kuno Baghdad dari suatu masa pemerintahan Maharaja Rama, sekitar 5.000 tahun sebelum Masehi.

Sumber:
Down, David.

thatsourmia posted on 31-7-2005 12:22 AM

lampu2 kuno yg aneh

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/lampu3.gif

Para arkeolog yang terkesan dengan kerapian penyusunan interior dan keindahan relief lukisan dinding-dinding di dalam piramid Mesir kemudian menyadari, bahwa tanpa adanya alat penerangan maka bagaimana para pekerja maupun senimannya dapat melakukan pekerjaannya? Jika demikian, maka seharusnya ada alat penerangan. Tetapi yang membingungkan mereka adalah tak pernah ditemukan adanya jelaga atau bekas-bekas sisa pembakaran api sebagaimana lazimnya alat penerangan kuno (obor, lilin, lampu minyak). Lantas teknik penerangan apa yang mereka gunakan pada masa itu?

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/lampu2.jpg

Dalam suatu ruang di bawah Kuil Dendera, sebuah kuil yang terletak di sebelah selatan Luxor (Mesir) dan dibangun oleh firaun Mesir untuk memuja Dewi Hathor pada 4.200 tahun yang lalu, terdapat relief-relief yang menggambarkan semacam alat penerangan berupa bola lampu lonjong berukuran besar. Bagian kepala bola lampu disangga oleh dudukan dengan per pegas yang tampaknya dapat berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan arah (sorotan) lampu. Sedangkan bagian ujung lainnya terhubung dengan semacam pipa melengkung ke kotak dasar alat penerangan tersebut. Walaupun seandainya gambar tersebut merupakan simbol, tetapi bagaimana masyarakat pada masa itu dapat membuat desain teknis semacam itu?

Tahun 1601, seorang pendeta dan pencatat perjalanan para pelaut penjelajah Spanyol bernama Barco Centenera memberitakan tentang sebuah kota di tengah belantara Amerika Selatan yang dihuni penduduk Inca bernama El Gran Moxo, dekat hulu Rio (sungai) Paraguai, bagian tengah Matto Grosso (kini adalah sebelah barat kota Diamantino) yang memiliki sebuah ‘bulan

thatsourmia posted on 31-7-2005 12:26 AM

pesawat terbang zaman dulu

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/terbang2.gif

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/terbang1.gif

Gambar-gambar di atas ditemukan pada balok atas penyangga langit-langit sebuah ruangan kuil kerajaan Mesir Kuno, yang lokasinya berada di Abydos, beberapa ratus mil sebelah selatan Kairo dan plato Giza. Objek-objek pada gambar tersebut, dilihat dari perlengkapan fisiknya adalah pesawat yang dioperasikan di dalam lapisan berudara seperti di permukaan bumi, bukan untuk ruang angkasa yang hampa udara. Karena itu digunakan sayap samping dan ekor serta baling-baling. Kuil Abydos ini dibangun untuk Dewa Osiris oleh firaun Mesir kuno, Seti I  (1306-1290 SM) dan diselesaikan oleh penerusnya, Ramses II.

Selain itu pada 1898, dari sebuah makam kuno di Saqquara, Mesir, yang diperkirakan dibuat pada 200 SM, juga telah ditemukan sebuah replika pesawat yang formatnya mirip dengan pesawat terbang modern. Benda ini kini disimpan di Museum Kairo, Mesir.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/terbang3.jpg

Dari China dilaporkan bahwa telah ditemukan beberapa buah dokumen sanskrit di Lhasa, Tibet dan lalu dibawa ke Universitas Chandrigargh untuk diterjemahkan. Dr. Ruth Reyna dari Universitas itu menjelaskan bahwa dokumen tersebut ternyata berisi petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa. Cara-cara pembuatan mereka, katanya, adalah anti-gravitasi dan berasaskan kepada satu sistem analog yaitu "laghima", satu sumber tenaga yang tidak diketahui  oleh  manusia  modern. Menurut ahli Yoga Hindu, "laghima" ini menjadikan seseorang itu mempunyai kemampuan untuk terbang.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/terbang4.jpg

Dokumen sanskrit kuno juga menyebutkan bahwa, Maharaja India, Ashoka telah membentuk sebuah kelompok "Sembilan Lelaki Misterius" yang terdiri atas para ilmuwan terkenal India yang dikatakan mengkatalogkan berbagai jenis sumber-sumber sains. Ashoka telah merahasiakan kerja-kerja mereka semua karena ia merasa bahwa penemuan ilmiah yang terbaru itu akan terpasung dari sumber India kuno itu sendiri dan justru bisa jadi akan disalahgunakan bagi tujuan peperangan yang kejam, yang mana tidak diinginkan oleh Ashoka sendiri. "Sembilan  lelaki misterius" telah menulis sembilan buah buku yang saling berkaitan antara satu sama lain, bertajuk "Rahasia-rahasia Gravitasi". Mereka menyebut kendaraan angkasa tersebut dengan Vimana / Astras. China menyatakan akan mempelajari lebih lanjut dokumen tersebut untuk program kajian angkasanya.

Sumber:
Childress, David Hatcher. The Anti-Gravity Handbook. Adventures Unlimited Press: 1985.

thatsourmia posted on 31-7-2005 12:34 AM

tengkorak2 pelik zaman lampau

Pada tahun 1800-an, dari sebuah pemakaman kuno di dekat kota Sayre, Bradford County - Pennsylvania, telah ditemukan kerangka yang serupa manusia tetapi bertubuh besar.  Selain soal tingginya, juga terdapat keanehan lain yaitu pada bagian kening tengkorak kepalanya terdapat sepasang tanduk. Diperkirakan dikuburkan pada 1200.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/aneh2.jpg

Pada 1888, tujuh kerangka dalam posisi duduk ditemukan pada sebuah lokasi pemakaman di dekat Clearwater, Minnesota. Masing-masing makhluk ini ternyata memiliki dua baris deretan gigi, baik yang di rahang atas maupun di rahang bawah. Selain itu, dahinya lebih pendek dan miring dibandingkan tengkorak manusia yang lazim.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/aneh4.jpg

Pada 1995, periset Robert Connolly mempublikasikan foto tengkorak kepala berbentuk kerucut yang ditemukan di Nazca, Peru. Umurnya diperkirakan telah mencapai puluhan ribu tahun. Bentuk kepalanya ini jelas berbeda dengan karakteristik tengkorak manusia modern maupun manusia purba Neanderthal yang memang tak pernah ditemukan jejaknya di Amerika Selatan. Robert Connolly juga melaporkan penemuan kerangka aneh lainnya, yang bentuknya sama dengan manusia modern, kecuali tengkorak kepalanya yang besar pada bagian atas (cranium) dan rongga mata lebar. Karen Scheidt juga melaporkan penemuan kerangka dengan bentuk tengkorak yang sama dari sebuah gua di Meksiko. Sebuah tengkorak aneh juga ditemukan di sebuah pertambangan yang berlokasi di dekat Chihuahua, Meksiko pada 1930. Bagian belakang kepalanya melebar sedangkan rongga matanya besar. Diperkirakan berusia anak-anak. Pada akhir 1999, diperoleh hasil pengujian DNA yang mengindikasikan bahwa tengkorak tersebut adalah dari jenis manusia.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/aneh3.jpg

Pada 1911, para pekerja tambang yang sedang melakukan penggalian pada sebuah area berjarak 22 mil sebelah barat daya Lovelock, Nevada, secara tidak sengaja menemukan mumi seperti manusia bertubuh raksasa, dengan masih terdapat sisa rambut berwarna merah pada kepalanya. Di kalangan penduduk lokal setempat, suku indian Paiute juga ada legenda kuno yang menceritakan tentang manusia raksasa berambut merah, yang mereka sebut Si-te-cahs dan menjadi musuh suku-suku indian di daerah ini.

http://www.jaist.ac.jp/~rac/pub/kanigara/id/Home/gambar/aneh1.jpg

Tengkorak aneh juga dilaporkan banyak ditemukan di gua-gua gunung kapur Filipina, antara lain di Bohol, Pegunungan Palaupau, Sumilio, Bukidnon dan pada beberapa tempat di Agusan. Tengkorak-tengkorak ini masing-masing hanya memiliki satu rongga mata di bagian dahi. Pihak otoritas Filipina pada Februari 2002 menyatakan bahwa rongga mata tersebut terbentuk secara buatan oleh alam tetapi kenyataannya adalah tak ada lagi sepasang rongga mata sebagaimana lazimnya selain hanya terdapat satu di dahinya.

Sumber:
1.      ______. “Weird Skeletons in Mankind’s Closet

cz posted on 31-7-2005 05:55 AM

yg citer pasal tengkorak tu, dah mirip alien la plak...anyway...very very very good info...

UnicornBerapi posted on 12-10-2005 12:10 PM

Takde lagi ke? citer le lagi....

sephia_liza posted on 7-1-2006 03:42 PM

wah!!! best giler

:pompom: wah!! best betul le cite ni.. x de cite lain lagi ke.... macam2 bentuk tengkorak... pelik le.. cam alien lak. kalu ade cite lain lagi post aje le. saya pun nak tahu gak pasal semua ni:clap:Sample Text

Maxx posted on 9-1-2006 04:14 PM

dunia ni penuh misteri. Memang tak mutahil banyak bende misteri sebab usia bumi ni pun dah menjangkau berbillion2 tahun.

pisang69 posted on 12-1-2006 01:39 PM

waaah...thanx pd info tu...
takder lagi ker? syok gak baca...
ada sesapa tau pasl taman tergantung babylon tak?
sebab apa tergantung? pekerja2 lari ker malas buat keje?

nak lagiiii......

True-X posted on 21-1-2006 03:35 PM

Originally posted by pisang69 at 12-1-2006 01:39 PM
waaah...thanx pd info tu...
takder lagi ker? syok gak baca...
ada sesapa tau pasl taman tergantung babylon tak?
sebab apa tergantung? pekerja2 lari ker malas buat keje?

nak lagiiii......

.. setahu aku org panggil batu tergangtung sbb ia terletak di permukaan tanah yg tinggi.. bukannya sbb tergantung..

.. by the way... best lah informasi nie... lagi.. lagi.. lagi...

thatsourmia posted on 1-2-2006 10:18 AM

hmmm... x da sapa2 nak tambah ker??
Page: [1] 2 3 4 5 6
View full: ALL ABOUT MISTERI PRA-SEJARAH