jf_pratama posted on 24-6-2007 12:32 PM

Prof. Dr. Nurcholish Majid: Menembus Batas Tradisi

Judul Buku: Menembus Batas Tradisi Menuju Masa Depan yang Membebaskan
Oleh: Kholilul Rohman Ahmad

http://www.media-indonesia.com/data/resensi/542.jpg

INDONESIA telah diberi warna pemikiran modern yang khas oleh Cak Nur (Nurcholish Madjid). Corak pemikiran yang melampaui kewenangan sejarahnya--istilah buku ini 'Menembus Batas Tradisi' dipakai judul--ini berdampak luas bagi terbukanya wawasan berpikir generasi bangsa, khususnya kalangan muda Islam.

Pemikiran Cak Nur yang kaya sumber-sumber baku dalam khazanah Islam merupakan simbol atas pergulatan budaya yang keras dan menghasilkan warisan ilmu yang sangat berguna bagi pergulatan bangsa.

Buku ini memberikan peta sosiologis dan teologis pemikiran Cak Nur yang telah mewarnai Indonesia sejak 35 tahun lalu. Cak Nur mewariskan kepada kita sebuah ensiklopedia pemikiran yang diramu dari berbagai sumber unit peradaban umat manusia.

Dari karya-karya yang telah dihasilkannya tidak berlebihan kalau kita mengatakan Cak Nur yang lokal Jombang mempunyai wawasan global universal dengan Islam sebagai dermaga tempat bertolaknya. Dengan gambaran itu, menurut A Syafii Maarif, dunia pemikiran adalah habitat Cak Nur yang sesungguhnya, bukan politik yang sering menghabiskan energi.

Buku ini tidak bermaksud mengultuskan Cak Nur yang telah berpulang kepada-Nya pada 29 Agustus 2005. Umum manusia tempat salah dan khilaf yang tidak akan menemui titik sempurna seperti yang kita sendiri harapkan. Akan tetapi sebagai manusia berakal merupakan karunia bila mempersembahkan pemikiran Cak Nur sebagai warga negara yang telah memberikan andil besar bagi tergeraknya akal untuk kemudian menghasilkan pemikiran up to date dalam sejarah berbangsa, bermanusia, maupun bernegara.

Dalam analisis dan presentasi seluruh kontributor buku ini, terlihat gagasan dan cita-cita Cak Nur masih dalam proses menjadi menuju titik kesempurnaan hidup kolektif yang tidak akan pernah menemui batas. Meskipun melampaui batas tradisi, pemikiran Cak Nur dalam nalar modernitas keislaman yang bercorak universal, kesetaraan, demokrasi, keadilan, dan keindonesiaan masih harus menghadapi tantangan zaman yang semakin pelik seperti kemiskinan, terorisme, fundamentalisme, konflik, dan utang luar negeri yang membutu*kan energi ekstra dari para anak bangsa untuk memeranginya. Di sinilah konteks jihad (perjuangan) dalam pemikiran Cak Nur.

Memang, gagasan dan cita-cita Cak Nur menciptakan dunia yang adil dan ramah, tanpa diskriminasi dan eksploitasi sebagaimana dirindukan para nabi dan filsuf, dapat ditelusuri hampir pada semua karya Cak Nur. Ada sebuah benang merah yang membentang pada gagasan dan cita-cita itu. Akan tetapi di sisi lain, Cak Nur juga melihat jurang kesenjangan antara ajaran Islam sejati dan realitas yang melingkari umat. Tetapi ironisnya, tidak jarang realitas itulah yang dianggap agama oleh sebagian umat, karena minimnya pemahaman tentang Islam di kalangan rakyat Indonesia (hlm. ix).

Buku ini berupaya menelusuri kembali warisan cerdas Cak Nur dalam memintal pemikiran Islam agar tetap lestari di tengah kepungan jaman kapitalis yang serba materialistis. Para kontributor ingin agar pergulatan kebudayaan dalam ranah pemikiran yang pernah dilakukan Cak Nur tidak menguap seiring mangkatnya. Sayangnya, para kontributor seperti kur menyanyikan lagu yang sama tentang Cak Nur tanpa kritik dan penelusuran mendalam keluar dari wilayah normatif.

Kholilul Rohman Ahmad, editor di Radio Fast FM Magelang, Jawa Tengah.

limau_nipis posted on 27-6-2007 09:53 AM

nanti saya pindahkan ke subforum critical readings
Page: [1]
View full: Prof. Dr. Nurcholish Majid: Menembus Batas Tradisi