- Credits
- 33162
- Online Time
- 4380 Hours
- Popularity
- 80
- EXP
- 0
- Gender
- Secret
- Last Login
- 11-5-2013
- Joined
- 20-12-2007
- Posts
- 20652
- Friends
- 0
- Topics
- 1068
- Digests
- 113
- Integral
- 33162
- UID
- 1122067
     
- Joined
- 20-12-2007
|
Reply #50 naen's post
tiap kali pun dah sasar emas ke hulu emas ke hiliq masa olimpik.... tapi tu ler.. TERsasar ajer!!  |
|
|
YES! I AM AWESOME. Move along now.
And your crybaby, whiney-assed opinion would be......?
I'm not ignoring you. I just don't give a shit.
|
|
|
|
|
- Credits
- 33162
- Online Time
- 4380 Hours
- Popularity
- 80
- EXP
- 0
- Gender
- Secret
- Last Login
- 11-5-2013
- Joined
- 20-12-2007
- Posts
- 20652
- Friends
- 0
- Topics
- 1068
- Digests
- 113
- Integral
- 33162
- UID
- 1122067
     
- Joined
- 20-12-2007
|
|
Malaysia targets gold medal at London Olympics
Bernama
KUALA LUMPUR, Mon:
THE Youth and Sports Ministry has targeted at least a gold medal either in badminton, archery or cycling in the 2012 London Olympics.
Minister Datuk Ismail Sabri Yaakob said the target was based on the evaluation made by the National Sports Council’s Olympic 2012 steering committee.
“The committee feels that Malaysia should focus its attention on the three sports in winning the first ever gold medal for the country, |
|
|
YES! I AM AWESOME. Move along now.
And your crybaby, whiney-assed opinion would be......?
I'm not ignoring you. I just don't give a shit.
|
|
|
|
|
- Credits
- 21036
- Online Time
- 4093 Hours
- Popularity
- 1109
- EXP
- 669
- Last Login
- 22-5-2013
- Joined
- 9-1-2008
- Posts
- 8604
- Friends
- 5
- Topics
- 66
- Digests
- 6
- Integral
- 21036
- UID
- 1123047
     
- Joined
- 9-1-2008
|
Reply #51 amazed's post
|
pemilihan kata dasar (sasar) yg tak tepat ..
mungkin pasneh patut guna word lain plak kot ..
idok aa SASAR jauh sangat pasneh  |
|
|
my attitude will always be based on how you treat me
|
|
|
|
|
- Credits
- 21036
- Online Time
- 4093 Hours
- Popularity
- 1109
- EXP
- 669
- Last Login
- 22-5-2013
- Joined
- 9-1-2008
- Posts
- 8604
- Friends
- 5
- Topics
- 66
- Digests
- 6
- Integral
- 21036
- UID
- 1123047
     
- Joined
- 9-1-2008
|
|
Program Road To London 2012 dilancar
KUALA LUMPUR |
|
|
my attitude will always be based on how you treat me
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
|
ASUM tidak kisah
Oleh DRAHMAN BAHARUN

"KAMI tidak berkecil hati."
Demikian respons Persatuan Renang Amatur Malaysia (PTAM) selepas atlet mereka tidak tersenarai dalam program 'Road To London 2012'.
Ketiadaan atlet terjun atau renang dalam program tersebut seharusnya dijadikan satu cabaran kepada mereka (atlet) untuk terus bekerja keras bagi membuktikan mereka juga berkemampuan untuk meraih kejayaan di pentas Olimpik.
Naib Presiden ASUM, Zainal Othman berkata, semua persatuan sukan harus melihatnya sebagai cabaran baru untuk terus bekerja keras bagi memantapkan prestasi atlet masing-masing.
"Ia adalah cabaran baru kepada kami selain membuka lembaran baru untuk merancang program yang lebih komprehensif ke arah melahirkan lebih ramai atlet yang lebih berdaya saing pada peringkat dunia.
"Kerajaan menerusi Majlis Sukan Negara (MSN) masih memberi sokongan kepada kami dari segi peruntukan untuk melaksanakan program latihan dan sebagainya.
"Kita akui, persatuan tidak boleh bergerak tanpa bantuan kerajaan, oleh itu kami mengambil program ini sebagai satu cabaran baru untuk bekerja lebih keras lagi," katanya kepada Kosmo! semalam.
Kelmarin, Menteri Belia dan Sukan, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob melancarkan program Road To London 2012 yang setakat ini menyenaraikan atlet daripada sukan badminton, lumba basikal dan memanah.
Sebagai permulaan, 17 atlet dipilih yang dilihat berpotensi untuk meraih pingat pada Sukan Olimpik 2012.
Zainal berkata, walaupun atlet renang tidak tersenarai dalam program tersebut, ia bukan bermakna mereka dipinggirkan kerana kerajaan memiliki cara tersendiri membuat penilaian terhadap kemampuan atlet yang mereka fikirkan berpotensi meraih pingat pada Sukan Olimpik.
Beliau berkata, pihaknya akan meneruskan program latihan sedia ada bagi memastikan atlet renang dan terjun berjaya menempah tiket ke Olimpik London sekali gus meraih pingat.
Katanya, ASUM akan mencari inisiatif sendiri jika atlet tidak mendapat tajaan.
"Walaupun tidak disenaraikan, kami tetap mengintai slot ke Olimpik dan sasaran kami adalah untuk mempastikan mereka (atlet) layak secara merit berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan Persekutuan Renang Antarabangsa (FINA).

***************************************************************************************
tak payah nak projected berapa emas semua tu pun tak apa -
yang penting persediaan rapi... bersedia nak fight and do the best -
kalau nak sasarkan emas sana sini.. pastu tak ada persediaan - cakap aje
tak guna juga --
renang memang susah nak score - mungkin untuk B dan kalau dapat
pecahkan record kebangsaan or SEA pun kira okay tu - |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 33162
- Online Time
- 4380 Hours
- Popularity
- 80
- EXP
- 0
- Gender
- Secret
- Last Login
- 11-5-2013
- Joined
- 20-12-2007
- Posts
- 20652
- Friends
- 0
- Topics
- 1068
- Digests
- 113
- Integral
- 33162
- UID
- 1122067
     
- Joined
- 20-12-2007
|
Misbun Dan Rashid Mungkin Dipaksa Ambil Sijil
KUALA LUMPUR, 26 Feb (Bernama) -- Jurulatih badminton Misbun dan Rashid Sidek bersama-sama beberapa lagi jurulatih sukan teras mungkin akan diminta untuk mendapatkan sijil tauliah Sains Sukan Tahap 3 bagi memantapkan persiapan ke Sukan Olimpik London 2012.
Ketua Pengarah Majlis Sukan Negara (MSN) Datuk Zolkples Embong berkata perkembangan sukan dunia moden sekarang lebih menitikberatkan aspek sains sukan untuk mendapatkan keputusan yang terbaik dalam sesuatu kejohanan.
"Kalau boleh saya tak mahu jurulatih kita ketinggalan perkembangan seperti ini terutama dalam tiga sukan teras, badminton, memanah dan berbasikal," katanya kepada pemberita selepas pelancaran Konvensyen Instuktur Sains Sukan dekat sini.
Katanya, perkara tersebut dilihat penting untuk mengekalkan pencapaian Malaysia setidak-tidaknya di tahap sekarang.
Sebagai langkah awal, Lembaga Kejurulatihan Kebangsaan (LKK) telah diminta untuk mengenalpasti beberapa orang jurulatih yang dilihat mampu untuk diserapkan menjadi jurulatih sampingan ke dalam ketiga-tiga sukan terbabit, katanya.
Sementara itu, Pengerusi LKK Dr Muner Che Muhammad berkata pihaknya sedang mengenalpasti mana-mana jurulatih yang tidak aktif untuk diserapkan ke dalam beberapa sukan tertentu.
"Kalau boleh kita nak cari jurulatih yang memang ada latar belakang dalam sukan badminton, memanah dan berbasikal,"
"Daripada maklumat awal kita tahu ramai jurulatih sains sukan Tahap 3 ini memang tak aktif, sebab terikat dengan kerja-kerja tetap dan kerajaan (Kementerian Pelajaran, Kementerian Pengajian Tinggi, Kementerian Belia dan Sukan). Kita akan cari cara untuk mereka diserapkan ke dalam beberapa sukan ini," katanya.
Beliau berkata berdasarkan rekod kira-kira 300 jurulatih telah menerima sijil sains sukan Tahap 3, tetapi masih belum diserapkan ke dalam mana-mana program kejurulatihan.
Konvensyen tersebut dirasmikan Timbalan Menteri Belia dan Sukan Wee Jeck Seng.
-- BERNAMA
benda baek dan positip.... mmg patut buat...!!! :victory: |
|
|
YES! I AM AWESOME. Move along now.
And your crybaby, whiney-assed opinion would be......?
I'm not ignoring you. I just don't give a shit.
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
Terjun mampu gegar pentas Olimpik - ASUM

KEN NEE raih dua pingat gangsa di Berlin.
AKSI cemerlang penerjun negara pada Kejohanan Terbuka Berlin di Jerman baru-baru ini, memberi keyakinan baru kepada Persatuan Renang Amatur Malaysia (ASUM), lapor DRAHMAN BAHARUN.
Berdasarkan pencapaian tersebut, ASUM yakin atlet terjun mereka mempunyai kemampuan untuk meraih pingat pada Sukan Olimpik 2012 di London.
Pada kejohanan di Berlin baru-baru ini yang turut disertai beberapa jaguh dunia, atlet terjun negara meraih dua pingat gangsa menerusi Yeoh Ken Nee dan Rossharisham Roslan dalam acara acara 3 meter papan anjal dan 3 meter papan anjal berirama.
Setiausaha ASUM, Edwin Chong berkata, berdasarkan keputusan tersebut peluang untuk mencatat kejayaan di London kelak adalah cerah tetapi dengan syarat, penerjun negara terus bekerja keras untuk mengekalkan prestasi cemerlang.
"Mereka yang menyertai kejohanan di Berlin itu adalah penerjun yang bakal menyertai Sukan Olimpik London empat tahun akan datang dan kemampuan penerjun kita memberi saingan kepada mereka memberi petanda bahawa kita juga sehebat mereka," katanya kepada Kosmo! semalam.
Menurut Edwin, ASUM hanya menyertai tiga acara pada kejohanan tersebut termasuk Leong Mun Yee.
Mengenai Bryan Nickson yang dipinggir daripada menyertai kejohanan tersebut, Edwin berkata: "Bryan perlu meningkatkan pencapaiannya.
"Ia adalah keputusan jurulatih. Kita berharap dia (Bryan) berlatih bersungguh-sungguh supaya dapat mengembalikan prestasinya jika mahu beraksi dalam kejohanan antarabangsa pada masa akan datang."
Selepas ini, penerjun negara akan menyertai Kejohanan Terjun Terbuka Amerika Syarikat pada Mei depan.
"Kita masih belum putuskan siapa yang akan dihantar kerana kejohanan ini lebih tinggi statusnya serta disertai lebih ramai atlet dunia," katanya. |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
Pingat di London cerah
Oleh DRAHMAN BAHARUN

ATLET lumba basikal negara dilihat memiliki peluang cerah untuk meraih pingat pada Sukan Olimpik London 2012 jika prestasi semasa menjadi ukuran.
Kejayaan Azizulhasni Awang meraih pingat perak acara pecut individu dan Mohd. Rizal Tisin yang memenangi pingat gangsa dalam acara 1km ujian masa individu membawa petanda awal bahawa mereka mampu melakar kejutan pada temasya di London kelak.
Ketua Pengarah Majlis Sukan Negara (MSN), Datuk Zolkples Embong (gambar) berkata, pihaknya berasa bangga dengan kejayaan atlet lumba basikal negara di pentas antarabangsa dan ini membuktikan bahawa mereka boleh melangkah lebih jauh lagi jika terus diberi pendedahan yang sewajarnya.
Menurutnya, menyedari kemampuan yang dipamerkan oleh atlet lumba basikal negara maka MSN tidak teragak-agak untuk meletakkan sukan tersebut antara tiga sukan termasuk badminton dan memanah disenaraikan dalam program Road To London 2012 yang bertujuan untuk memburu pingat pada temasya di London.
"Kita gembira di atas kejayaan mereka terutama kemenangan di pentas antarabangsa. Selepas kejayaan Rizal memenangi pingat pertama negara, muncul Azizulhasni pula melakar kejayaan yang sangat membanggakan.
"Ini bererti program jangka masa panjang yang dilaksanakan selama ini telah mula membuahkan hasil," katanya kepada Kosmo! semalam.
Zolkples berkata, pihaknya berpuas hati dengan langkah menghantar atlet lumba basikal negara berlatih di luar negara setelah menunjukkan hasil yang begitu memuaskan.
Menurutnya, kejayaan pelumba negara juga adalah hasil kerja keras jurulatih terbaik dari Australia, John Beasley.
"Kami menyerahkan kepada jurulatih (John Beasley) untuk memperkemaskan prestasi Azizulhasni dan beberapa pelumba lain untuk menghadapi kejohanan di luar negara.
"Selain itu, kami juga menghantar pelumba muda terutama pelumba pelapis menyertai latihan di luar negara pada masa akan datang secara berperingkat-peringkat," katanya.
Kelmarin, Azizulhasni meraih pingat perak dalam acara pecut individu selepas tewas kepada Gregory Bauge dari Perancis pada perlumbaan peringkat akhir.
Pelumba kelahiran Terengganu itu mempamerkan semangat juang tinggi apabila memenangi pusingan kedua dengan catatan 10.499 saat setelah tewas pada pusingan pertama kepada lawannya itu dengan catatan 10.406s.
Kedua-dua pelumba itu kemudiannya terpaksa bersaing di pusingan ketiga dengan menyaksikan Bauge memenangi pusingan itu dengan catatan 10.281s sekali gus memaksa Azizulhasni sekadar berpuas hati dengan pingat perak.
Sebelum itu, Azizulhasni menundukkan jaguh Australia, Shane Perkins pada peringkat separuh akhir.
Pencapaian Azizulhasni yang juga merupakan pelumba harapan negara pada Sukan Olimpik 2012 di London sedikit sebanyak dapat menebus kekecewaannya setelah gagal dalam acara kegemaran iaitu keirin dengan hanya menduduki tempat ke-11 keseluruhan.
Kejayaan itu juga hadir hanya sehari selepas seorang lagi pelumba negara, Mohd. Rizal Tisin menghadiahkan pingat pertama negara di pentas dunia selepas meraih gangsa dalam acara 1km ujian masa individu lelaki. |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
Sukan Olimpik 2012: Nurul Ain cari penaja untuk layakkan diri

SHABERY (kanan) berbincang sesuatu dengan Nurul Ain
di pejabatnya di Putrajaya semalam.
HASRAT pelayar negara, Nurul Ain Md. Isa untuk beraksi pada Sukan Olimpik 2012 mungkin tidak kesampaian jika dia tidak mendapat tajaan bagi meneruskan usahanya mengumpul mata untuk melayakkan diri ke temasya tersebut.
Bagaimanapun, Nurul Ain tetap berharap Majlis Sukan Negara (MSN) dan badan sukan lain dapat membantunya dari segi kewangan dan bantuan lain.
"Dengan kemahiran dan kebolehan yang sedia ada, saya bercita-cita untuk menyumbang sesuatu dengan cara mewakili negara ke Sukan Olimpik dan ia merupakan impian saya sejak dari dahulu lagi," katanya semalam.
Nurul Ain berkata, sebelum ini dia banyak menggunakan duit sendiri untuk bertanding dan menjalani latihan, namun untuk ke peringkat yang lebih tinggi dia memerlukan bantuan dan sokongan daripada pihak lain.
Tambahnya, bagi memantapkan lagi kemahirannya, dia perlu lebih kerap bersaing dengan pelayar dari luar negara kerana ia akan banyak membantunya apabila menghadapi kejohanan sebenar nanti.
"Jika ingin layak ke Olimpik, saya perlu mengumpul mata kelayakan dengan mengikuti kejohanan yang telah disenaraikan oleh Persekutuan Pelayaran Antarabangsa (ISAF) dan ia melibat- kan kos yang tinggi," jelas pelayar berusia 24 tahun dari Perak itu.
Sementara itu, Menteri Belia dan Sukan, Datuk Ahmad Shabery Cheek berkata, kementeriannya akan meneliti jenis bantuan yang sesuai untuk Nurul Ain.
"Apabila telah mempunyai atlet yang berbakat seperti Nurul Ain, kita tidak akan mensia-siakan bakat yang ada pada beliau sebaliknya akan cuba membantu," katanya.
Beliau berkata, pengarah perlumbaan Piala Monsun Malaysia, Datuk Peter Gilmour telah mencalonkan nama Nurul Ain sebagai salah seorang pelayar berbakat yang sepatutnya diberi perhatian.
Nurul Ain yang mula belayar pada umur 13 tahun, muncul juara kategori wanita Kejohanan Optimist ASEAN 2000 di Singapura dan naib juara Kejohanan Pelayaran Asia 2001 di Dubai. |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 2264
- Online Time
- 392 Hours
- Popularity
- 2
- EXP
- 0
- Gender
- Secret
- Last Login
- 4-11-2012
- Joined
- 29-4-2008
- Posts
- 1163
- Friends
- 0
- Topics
- 0
- Digests
- 1
- Integral
- 2264
- UID
- 1131468
 
- Joined
- 29-4-2008
|
Hoki disenarai dalam program Road To London 2012
PUTRAJAYA - Kemungkinan besar pasukan hoki negara akan diletakkan dalam program Road To London ekoran prestasi baik yang ditunjukkan skuad itu ketika ini, kata Menteri Belia dan Sukan, Datuk Ahmad Shabery Cheek.
Katanya, berdasarkan pencapaian baik yang ditunjukkan oleh skuad hoki dalam dua kejohanan, Piala Sultan Azlan Shah dan Piala Asia telah mendorong Kementerian Belia dan Sukan (KBS) untuk menimbangkan cadangan membawa masuk skuad hoki ke dalam program tersebut.
"Kalau skuad hoki terus menunjukkan keputusan baik dan layak beraksi di Piala Dunia pula selepas ini, tidak salah untuk meletakkan pasukan kebangsaan itu di bawah program Road To London 2012.
"Fokus harus diberikan kepada skuad hoki negara berdasarkan pencapaian baik ketika ini. Jika dilihat mampu untuk menyumbangkan pingat di Sukan Olimpik, skuad ini akan terus diberi perhatian," katanya di sini semalam.
Ditanya mengenai kemungkinan ada perubahan program Road To London yang diilhamkan oleh Menteri Belia dan Sukan terdahulu iaitu Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, Ahmad Shabery berkata, program itu akan dikekalkan oleh KBS berdasarkan kelebihan yang akan diperoleh.
Katanya, bidang-bidang sukan yang berpotensi menyumbangkan pingat akan terus diberi perhatian sepenuhnya dan memperhebatkan lagi sukan teras tersebut.
Dalam pada itu, Ahmad Shabery mengalu-alukan saranan Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin untuk mempopularkan semula sukan di peringkat sekolah.
Katanya, sekolah adalah tempat asas kepada negara untuk mencungkil atlet baru dalam dunia sukan dan mengenalpasti bakat-bakat baru di peringkat awal.
Sehubungan itu katanya, dia berharap agar hubungan rapat KBS dan Kementerian Pelajaran dapat diperkukuhkan lagi dalam merealisasikan hasrat tersebut.
"Mungkin cadangan itu boleh dicapai dengan lebih baik jika mengadakan kerjasama lebih erat melalui Majlis Sukan Negara (MSN).
"Malah sekolah-sekolah sukan yang ada ketika ini telah menunjukkan hasil yang baik dalam membekalkan atlet sukan berpotensi tinggi," katanya. |
|
|
|
|
|
|
|
- Credits
- 2264
- Online Time
- 392 Hours
- Popularity
- 2
- EXP
- 0
- Gender
- Secret
- Last Login
- 4-11-2012
- Joined
- 29-4-2008
- Posts
- 1163
- Friends
- 0
- Topics
- 0
- Digests
- 1
- Integral
- 2264
- UID
- 1131468
 
- Joined
- 29-4-2008
|
'Jangan sia-sia atlet berbakat'
PUTRAJAYA - Kementerian Belia dan Sukan (KBS) mahu setiap persatuan di bawah portfolio itu agar tidak terlepas pandang atlet berbakat besar yang dimiliki bagi membantu negara memburu pingat di Sukan Olimpik London 2012.
Menteri Belia dan Sukan, Datuk Ahmad Shabery Cheek menegaskan pihaknya tidak mahu atlet berpotensi cerah menyumbang pingat di temasya sukan tersebut diabaikan.
"KBS tidak mahu atlet berbakat besar dalam apa jua jenis sukan terabai dan dipersia-siakan. Seperti hari ini (semalam), KBS akan berusaha untuk membantu atlet berbakat dalam sukan layar, Nurul Ain Md. Isa.
"Dia mempunyai bakat besar dalam sukan ini dan memerlukan bantuan dalam usaha mengembangkan lagi bakat yang dimiliki bagi membantu negara memperoleh pingat di Sukan Olimpik," katanya pada sidang akhbar di sini semalam.
Ahmad Shabery mengadakan perjumpaan dengan Nurul Ain di pejabatnya bagi membincangkan jalan terbaik untuk membantu atlet layar itu menjalani latihan di luar negara.
Nurul Ain merupakan pemenang pingat perak di Sukan SEA Korat 2007 dan pernah mencatat kejayaan terbaik sebagai johan Kejuaraan Optimist Asia 2000 kategori wanita yang diadakan di Singapura.
Di kejohanan tersebut, dia juga muncul sebagai pemenang ketiga keseluruhan (lelaki dan wanita) dan menduduki tempat kedua bagi acara berpasukan.
Berdasarkan pencapaian baiknya itu, Pengarah Teknikal Piala Monsun, Datuk Peter Gilmour telah mencadangkan agar bakat yang dimiliki oleh Nurul Ain diberi perhatian oleh KBS.
Mengulas lanjut mengenai bantuan yang akan diberikan kepada Nurul Ain, Ahmad Shabery berkata, KBS terlebih dahulu akan mendapatkan khidmat nasihat daripada pakar mengenai perkara tersebut.
Jelasnya, selepas mendapat khidmat pakar, KBS akan merancang pelan khusus untuk atlet layar negara itu.
Tegas Ahmad Shabery, ia merupakan satu tanggungjawab KBS untuk membantu atlet berbakat besar memajukan diri mereka.
Sementara itu, Nurul Ain berkata, dia berharap untuk mendapat latihan di luar negara bagi memantapkan lagi kemahiran yang dimiliki.
"Berlatih bersama pelayar luar negara yang lebih berpengalaman dapat membantu saya meningkatkan kemahiran dan membiasakan diri dengan keadaan laut di negara luar," katanya.
Dalam pada itu laporan Bernama menyebut, hajat Nurul Ain Md Isa untuk bertanding di London 2012 mungkin tidak kesampaian jika beliau tidak mendapat tajaan bagi meneruskan usahanya mengumpul mata.
"Dengan kemahiran dan kebolehan yang sedia ada, saya bercita-cita untuk menyumbang sesuatu dengan cara mewakili negara ke Sukan Olimpik dan ia merupakan impian saya sejak dari dahulu lagi.
"Jika ingin layak ke Olimpik saya perlu mengumpul mata kelayakan dengan mengikuti kejohanan yang telah disenaraikan oleh Persekutuan Pelayaran Antarabangsa (ISAF) dan ia melibatkan kos yang tinggi," katanya. |
|
|
|
|
|
|
|
- Credits
- 33162
- Online Time
- 4380 Hours
- Popularity
- 80
- EXP
- 0
- Gender
- Secret
- Last Login
- 11-5-2013
- Joined
- 20-12-2007
- Posts
- 20652
- Friends
- 0
- Topics
- 1068
- Digests
- 113
- Integral
- 33162
- UID
- 1122067
     
- Joined
- 20-12-2007
|
02 Julai, 2009
University Of Bath Di London Jadi PLPT Malaysia Di Eropah
KUALA LUMPUR, 2 Julai (Bernama) -- Malaysia akan menandatangani memorandum persefahaman (MoU) dengan University of Bath di Britain, Oktober ini bagi membolehkan atlet negara ke Sukan Olimpik di London pada 2012 menjalani latihan di situ.
Ketua Pengarah Institut Sukan Negara (ISN) Datuk Dr Ramlan Abd Aziz berkata MoU itu juga akan membolehkan universiti tersebut dijadikan sebagai Pusat Latihan Berprestasi Tinggi (PLPT) bagi Malaysia di benua Eropah.
"Selepas MoU itu ditandatangani pada Oktober, Malaysia boleh mula menghantar atlet ke universiti tersebut terutama bagi tiga acara sukan yang menjadi sasaran negara untuk meraih pingat emas pertama di Olimpik iaitu badminton, memanah dan berbasikal," katanya kepada Bernama di sini hari ini.
Beliau berkata pemilihan University of Bath sebagai PLPT mendapat sokongan Menteri Belia dan Sukan Datuk Ahmad Shabery Cheek dan ketika ini, Malaysia masih mengkaji kebaikan daripada MOU yang akan ditandatangani itu.
Dr Ramlan pada Mac lepas berada di Britain bagi meninjau kemudahan di dua buah universiti iaitu University of Bath dan Loughborough University yang terkenal dengan aplikasi sains sukan, sebagai PLPT bagi Malaysia.
University of Bath terkenal dengan pusat latihan sains sukan terutama dalam bidang bio-mekanik sementara University of Loughborough menjadi tumpuan pakar-pakar kejurulatihan sains sukan.
Malaysia sebelum itu mahu mewujudkan sebuah PLPT di Britain dengan menukar Pusat Penyelidikan Tun Abdul Tazak (TARCC) di Brikendonbury, Britain, sebagai PLPT tetapi permohonan tersebut ditolak oleh Jawatankuasa Kawalan Pembangunan Majlis Tempatan East Herts pada November 2007.
Dr Ramlan berkata University of Bath bukan sahaja sebagai venue persiapan ke Sukan Olimpik London tetapi juga menjadi pangkalan hadapan bagi sebarang temasya dan kejohanan yang banyak berlangsung di sekitar Eropah.
"Contohnya Sukan Komanwel 2014 akan diadakan di Scotland. Begitu juga bagi kejohanan badminton Super Series yang banyak berlangsung di Eropah. Sirkit kejohanan berbasikal dan memanah juga banyak berlangsung di benua tersebut," katanya.
Mengenai Loughborough University, Dr Ramlan berkata ketika ini universiti tersebut mahu menumpukan kerjasama awal yang terjalin dengan negara China dan Jepun.
"Ketika ini, tiada rancangan untuk menandatangai sebarang MoU dengan Loughborough University berdasarkan komitmen universiti tersebut tetapi mungkin ada bentuk kerjasama berdasarkan projek tertentu," katanya.
Dr Ramlan berkata Malaysia juga akan terus menjalin kerjasama erat dengan dua buah universiti di Jerman, University of Leipzig dan The Johann Wolfgang Goethe University Frankfurt am Main (University of Frankfurt) yang turut terkenal dengan kemudahan sains sukan serta venue latihan bertaraf dunia.
Kerjasama dengan kedua-dua universiti di Jerman ini akan dipertingkat lagi, cuma kini berdasarkan keperluan tertentu, katanya.
Beliau berkata jika keperluan tersebut meningkat, Malaysia mungkin menandatangani MoU dengan kedua-dua buah universiti tersebut.
-- BERNAMA |
|
|
YES! I AM AWESOME. Move along now.
And your crybaby, whiney-assed opinion would be......?
I'm not ignoring you. I just don't give a shit.
|
|
|
|
|
- Credits
- 33162
- Online Time
- 4380 Hours
- Popularity
- 80
- EXP
- 0
- Gender
- Secret
- Last Login
- 11-5-2013
- Joined
- 20-12-2007
- Posts
- 20652
- Friends
- 0
- Topics
- 1068
- Digests
- 113
- Integral
- 33162
- UID
- 1122067
     
- Joined
- 20-12-2007
|
Malaysia sasar emas Olimpik 2012
Oleh ZABRY MOHAMAD

| Muhyiddin Yassin (kanan) dan Ahmad Shabery Cheek pada sidang akhbar selepas mempengerusikan Mesyuarat Jawatankuasa Kabinet Pembangunan Sukan di Putrajaya, semalam. - BERNAMA
|
PUTRAJAYA - Malaysia menetapkan sasaran pingat emas Sukan Olimpik pertama menerusi empat acara dalam temasya berprestij itu yang bakal berlangsung di London pada 2012, kata Tan Sri Muhyiddin Yassin.
Menurut Timbalan Perdana Menteri, empat jenis sukan itu adalah badminton, memanah, berbasikal dan terjun akuatik yang disertai oleh 19 atlet negara.
Jelasnya, pemilihan untuk atlet-atlet terbabit akan dibuat berdasarkan pencapaian tertinggi yang pernah dicapai oleh mereka di peringkat antarabangsa.
"Hasrat kita adalah menang pingat emas pertama di Sukan Olimpik 2012 di London.
"Seramai 19 atlet dari empat jenis sukan akan dipilih untuk mencapai sasaran ini," katanya.
Beliau berkata demikian pada sidang akhbar selepas mempengerusikan Mesyuarat Jawatankuasa Kabinet Pembangunan Sukan di sini, semalam.
Turut hadir Menteri Belia dan Sukan, Datuk Ahmad Shabery Cheek.
Bagi memastikan misi itu berjaya, Muhyiddin menjelaskan, beberapa program sedang diatur seperti mendedahkan para atlet terbabit dengan pertandingan di dalam dan luar negara selain memilih mereka yang berusia muda.
Selain itu, tambah beliau, program khusus juga akan diatur bagi menarik sokongan rakyat.
Mengenai mesyuarat berkenaan, beliau memberitahu, kerajaan bersetuju untuk menubuhkan Sekretariat Tetap Majlis Sukan Universiti ASEAN (AUSC) pertama yang akan berpejabat di Kuala Lumpur.
Menurutnya, penubuhan sekretariat tersebut akan menjadikan institusi pengajian tinggi (IPT) tempatan sebagai pusat kecemerlangan sukan di peringkat tempatan dan antarabangsa.
Pada mesyuarat itu juga, jelasnya, kerajaan meluluskan dasar pembangunan sukan di IPT bertujuan melahirkan atlet yang berpendidikan tinggi.
Timbalan Perdana Menteri menambah, kerajaan menetapkan sasaran sebanyak 30 peratus atlet negara merupakan lulusan universiti pada masa depan.
"Ada tujuh teras utama dalam dasar ini bagi melahirkan atlet yang seimbang dalam bidang sukan dan akademik," katanya.
Beliau memberitahu, dasar sukan negara juga akan dikaji semula bagi memberi tumpuan kepada proses pembudayaan sukan di samping mengukuhkan integrasi nasional melalui sukan.
Jelas beliau, kertas kerja mengenainya akan dibentangkan pada mesyuarat Kabinet akan datang. |
|
|
YES! I AM AWESOME. Move along now.
And your crybaby, whiney-assed opinion would be......?
I'm not ignoring you. I just don't give a shit.
|
|
|
|
|
- Credits
- 21036
- Online Time
- 4093 Hours
- Popularity
- 1109
- EXP
- 669
- Last Login
- 22-5-2013
- Joined
- 9-1-2008
- Posts
- 8604
- Friends
- 5
- Topics
- 66
- Digests
- 6
- Integral
- 21036
- UID
- 1123047
     
- Joined
- 9-1-2008
|
Pusat latihan atlit Olimpik dikenalpasti
+ berita harian
SEBUAH pusat latihan untuk atlit Olimpik Malaysia sudah dikenalpasti sebagai satu langkah persediaan ke arah cabaran Sukan Olimpik 2012 di London.
Menteri Belia dan Sukan, Datuk Ahmad Shabery Cheek yang melawat Kampung Latihan Sukan Bath di perkarangan Universiti Bath di London, semalam dalam pertimbangan untuk menandatangani memorandum persefahaman dengan universiti tersebut, awal tahun depan.
¡°Adalah penting bagi atlit kita memiliki pangkalan untuk membiasakan diri dengan cuaca dan persekitaran serta dapat berlatih sebelum acara sebenar,¡± katanya sambil menerangkan bahawa negara seperti negara Cina dan Jepun sudah pun mempunyai markas latihan sukan masing-masing.
Apapun, Shabery menambah pusat latihan sukan canggih ini yang memiliki Jabatan Sains Sukan dan kemudahan untuk badminton dan sukan memanah tidak mempunyai kemudahan bagi acara terjun dan velodrom untuk pelumba basikal - dua sukan yang bakal disertai Malaysia di Sukan Olimpik.
Dia turut berkata hubungan kerja yang baik dengan universiti ini yang mempunyai kira-kira 100 pelajar Malaysia bererti tempat ini boleh menjadi pangkalan untuk atlit Malaysia yang menyertai acara sukan utama seperti kejohanan badminton Seluruh England.
Difahamkan, Universiti Loughborough mempunyai kemudahan sama tetapi mereka sudah pun menandatangani MOU dengan Cina dan Jepun. |
|
|
|
|
|
|
|
- Credits
- 244
- Online Time
- 43 Hours
- Popularity
- 12
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 13-5-2013
- Joined
- 20-5-2010
- Posts
- 239
- Friends
- 0
- Topics
- 1
- Digests
- 0
- Integral
- 244
- UID
- 1610625
 
- Joined
- 20-5-2010
|
stadium di London mcm cantik jer ... |
|
|
tai
|
|
|
|
|
- Credits
- 4571
- Online Time
- 646 Hours
- Popularity
- 135
- EXP
- 2
- Gender
- Secret
- Last Login
- 21-5-2013
- Joined
- 7-1-2011
- Posts
- 4566
- Friends
- 0
- Topics
- 3
- Digests
- 0
- Integral
- 4571
- UID
- 1685745
  
- Joined
- 7-1-2011
|
|
agak2 kalo g london next year sume mahal ta?paln na g lepas olimpik..tapi mse tu paralimpik plak adehhhh |
|
|
|
|
|
|
|
- Credits
- 304
- Online Time
- 2831 Hours
- Popularity
- 186
- EXP
- 0
- Gender
- Secret
- Last Login
- 20-5-2013
- Joined
- 16-10-2005
- Posts
- 147
- Friends
- 0
- Topics
- 4
- Digests
- 1
- Integral
- 304
- UID
- 1044747
 
- Joined
- 16-10-2005
|
Pandelela makes superb comeback to clinch medal in the world series
By LIM TEIK HUAT
PETALING JAYA: Malaysian sensation Pandelela Rinong made a superb comeback to grab bronze in the women¡¯s 10m platform final at the opening leg of the FINA Diving World Series in Dubai.
Pandelela did not impress in the preliminary rounds and just made it to the top six final as the lowest scoring diver with 304.80 points. But the 19-year-old Sarawakian showed her class in the final and produced two good early dives to go into medal contention.
Pandelela did not execute the first of the three optional dives well and dropped to fourth but she was back in the running after the next attempt. Pandelela, who dived first, finished off with a 75.20 on the fifth and final dive and the bronze was her¡¯s after Tonia Couch of Britain failed in her bid to overtake the Malaysian¡¯s final tally of 369.75 points.
Tonia managed 347.25 points while Mexico¡¯s Paola Espinosa, the world champion in 2009, came close to challenging the Chinese domination but had to settle for silver with 392.10 points. Reigning world and Olympic champion Chen Ruolin of China made no mistakes in the final dive to narrowly clinch the gold with 395.70 points.
The women¡¯s 10m platform contest not just saw the competition for medals going down to the wire but also witnessed Hu Yadan, the silver medallist at the world championships in Shanghai last year, failing to secure a podium finish. Hu Yadan, who had faded to sixth place after missing her second dive, failed to recover from the setback. The world series, comprising four legs, gathers the top eight-ranked divers for the individual event and top six pairs for the synchro disciplines based on the world rankings.
It was the second time that Pandelela secured a medal as she took a silver in the first leg of last year¡¯s series in Moscow.
Pandelela, who just celebrated her birthday on March 2, was pleased to make her presence felt on the world stage again.
¡°I did not do well in the armstand routine. If I had pulled it off well, that would have been a big difference and perhaps could have landed the gold or silver.
¡°I¡¯m happy anyway with what I got. It gives me confidence for the Olympics,¡± said Pandelela, who finished fifth in the world meet last year. At press time, she was down to partner Leong Mun Yee in the 10m platform synchro competition .
sumber : http://thestar.com.my/sports/sto ... sports/10940783&;sec=sports
harap ada medal from diving, olimpik nanti.. |
|
|
|
|
|
|
|
- Credits
- 304
- Online Time
- 2831 Hours
- Popularity
- 186
- EXP
- 0
- Gender
- Secret
- Last Login
- 20-5-2013
- Joined
- 16-10-2005
- Posts
- 147
- Friends
- 0
- Topics
- 4
- Digests
- 1
- Integral
- 304
- UID
- 1044747
 
- Joined
- 16-10-2005
|
Post Last Edit by mr_base at 18-3-2012 21:12
Goodbye to London dream
By S. RAMAGURU
PETALING JAYA: Malaysia kissed their Olympic dream goodbye as they could only manage a 1-1 draw with Ireland in their last Olympic qualifier group match at the UCD Stadium in Dublin yesterday.
Ireland will meet South Korea in the final today after the latter thrashed Russia 5-1. The Malaysians needed a win against the Irish to make the final and had a golden opportunity when they took the lead in the 40th minute through Nabil Fiqri.
The detemined hosts, however, drew level in the 60th minute via John Jerymn.

Suspenseful moment: Malaysia goalkeeper S. Kumar saving a penalty corner attempt from Ireland during their Olympic qualifier in Dublin yesterday.
Malaysia did not earn a single penalty corner in the match compared to the Irish who won six ¨C the last leading to Jerymn¡¯s equaliser. They also did not have enough attacking options and were left defending for much of the match against an Irish onslaught. For the third match running, Malaysia coach Tai Beng Hai stuck to the same starting line-up, leaving out Roslan Jamaluddin and Mohamed Izzat Rahim and opting for S. Kumar in goal.
sumber : http://thestar.com.my/sports/story.asp?file=/2012/3/18/sports/10941799&sec=sports |
|
|
|
|
|
|
|
|
|