CariDotMy

 Forgot password?
 Register

ADVERTISEMENT

View: 5799|Reply: 15

Melaka terima Keris Sundang milik Hang Tuah dari waris ke-11 Laksamana Hang Tuah dari Kepulauan Bentan, Riau, Indonesia

[Copy link]
Post time 22-5-2024 05:30 PM | Show all posts |Read mode




MELAKA – Kerajaan negeri menerima penyerahan artifak berupa sebilah Keris Sundang dan sepasang Keris Hukum dipercayai kepunyaan Laksamana Hang Tuah yang diwarisi sejak turun temurun.


Ketua Menteri Melaka, Datuk Seri Ab. Rauf Yusoh berkata, penyerahan artifak itu telah dilakukan waris ke-11 Laksamana Hang Tuah dari Kepulauan Bentan, Riau, Indonesia, Mohd.Amin Tun Ahmad.


Katanya, ia adalah sebahagian daripada warisan bersejarah untuk tatapan rakyat negeri ini khususnya generasi muda memahami sejarah dan kehebatan Laksamana Hang Tuah dalam era kegemilangan Kesultanan Melayu Melaka.


“Tentunya artifak kepunyaan Laksamana Hang Tuah yang kita terima daripada waris ke-11 Hang Tuah ini bakal menjadi tarikan utama sempena Pameran Hang Tuah yang dijadualkan pada bulan Jun 2024 sempena Tahun Melawat Melaka 2024 (TMM2024).


“Kita percaya, dengan penemuan serta pelbagai bukti yang berjaya dikumpulkan oleh kumpulan pengkaji dan penyelidik termasuk penemuan-penemuan artifak dari pelbagai negara, ia dapat meluruskan kebengkokan sejarah oleh penjajah berkaitan Hang Tuah serta Kesultanan Melayu Melaka,” katanya.






Beliau berkata demikian pada Majlis Penyerahan Artifak Laksamana Hang Tuah, di Lobi Hotel MITC, Ayer Keroh, di sini, hari ini.


Tambahnya, artifak Keris Hukum itu merupakan keris yang dititahkan oleh Sultan Mansur Shah kepada Bendahara bagi menjatuhkan hukuman kepada Hang Tuah.


Terdahulu, pada tahun lalu media melaporkan kerajaan Belanda turut bersedia memulangkan semula bahan peninggalan sejarah dan manuskrip ketika era penjajahan negara pada 1641 sehingga 1824.


Duta Besar Belanda ke Malaysia, Jacques Werner berkata, kerajaan Belanda sedia membantu negeri ini untuk membawa pulang artifak berharga tersebut jika ia didapati benar milik Melaka.


“Jika sekiranya apa-apa barangan bersejarah milik Melaka yang telah diambil semasa era penjajahan Belanda, kita sedia memulangkannya semula tetapi jika tinggalan sejarah itu mutlak milik Belanda kita akan bekerjasama untuk membawanya ke sini untuk dipamerkan.


“Kita memerlukan masa untuk mendapatkan kebenaran dari galeri swasta atau milik individu lain bagi membolehkan tinggalan sejarah penjajahan Belanda dibawa ke Melaka,” katanya.


Sumber : Kosmo
Reply

Use magic Report


ADVERTISEMENT


Post time 22-5-2024 06:04 PM | Show all posts
Susah nak percaya kerana banyak sangat kubur.

Reply

Use magic Report

Post time 22-5-2024 11:32 PM From the mobile phone | Show all posts
Nak OT sikit.
Ketua Menteri Melaka tu, ya Aulohhhhhh... Serammmmm meols nengokkan body dia. Jgnla sikit2 body shaming sikit2 body shaming.
Cuba chuols gugel gambo dia. Sehat ke tuuuu?
Jgn nak mengakal2 kan maknusia la, kalau ada yg ckp "at least aku gemuk, tapi aku sihat".
Jari tengah akan ku berikan
Reply

Use magic Report

Post time 23-5-2024 12:14 AM From the mobile phone | Show all posts
Byk sgt versi mitos 5 hang ni..ada yg claim dari china la..parameswara yindia la..tapak hang tuah kat bukit jugra tu entah btol ke idok xtau la…nk tggu belanda pulang blk segala harta tu..jgn omong kosong je xdak bukti ..
Reply

Use magic Report

Post time 23-5-2024 02:20 AM From the mobile phone | Show all posts
Jap, sepengetahuan aku la hang tuah ni tak kawen, so waris dari mana? Adik beradik dia ke, ke dia kawen?
Reply

Use magic Report

Post time 23-5-2024 07:09 AM From the mobile phone | Show all posts
Ang Tu Ah, Ang Chi Bat, Ang Li Kiu, Ang Mo Kio, Michael Ang
Reply

Use magic Report

Follow Us
Post time 23-5-2024 07:21 AM | Show all posts
penuh mistik dan misteri nusantara...
Reply

Use magic Report

Post time 23-5-2024 10:37 AM | Show all posts
mcmn waris dia boleh sampai ke seberang laut sana?
iols ingatkan org kampung duyong kt melaka tu waris2 nya , bukan mcmtu ek?
Reply

Use magic Report


ADVERTISEMENT


Post time 23-5-2024 12:02 PM | Show all posts
doubleA replied at 23-5-2024 02:20 AM
Jap, sepengetahuan aku la hang tuah ni tak kawen, so waris dari mana? Adik beradik dia ke, ke dia ka ...

hang tuah kan kawen dengan melor dan cerita p ramlee hihihihi
Reply

Use magic Report

Post time 23-5-2024 12:04 PM | Show all posts
airmineral replied at 23-5-2024 10:37 AM
mcmn waris dia boleh sampai ke seberang laut sana?
iols ingatkan org kampung duyong kt melaka tu war ...

hang nadim bukan lari ke singapura? technically, singapore dengan riau-lingga tak jauh pon btw, bukan ke hero dlm singapura dilanggar todak tu hang nadim juga? aka anak hang jebat?
Reply

Use magic Report

Post time 23-5-2024 12:37 PM From the mobile phone | Show all posts
Betul ker keris tu kepunyaan Hang Tuah zaman la ni bukan boleh percaya sangat. Banyak benar penipuan. Nak perhatikan nak viral nak untung
Reply

Use magic Report

Post time 23-5-2024 02:10 PM | Show all posts
Edited by nusaraya at 23-5-2024 02:15 PM
j3m4h replied at 23-5-2024 12:14 AM
Byk sgt versi mitos 5 hang ni..ada yg claim dari china la..parameswara yindia la..tapak hang tuah ka ...

Buat apa diribotkan sekarang jika memang hikayat hang tuah itu hanyalah cerita fiksi belaka .. tetapi terimalah jika hang tuahtelah diklaim menjadi tokoh bangsa melayu mahawangsa yang maha perkasa  sehingga menjadi simbol  kehaibatan dan kebesaran empayar melaka dan sekarang malaysia ....

Saya ingatkan ... dunia pun X risau dan marah dengan semua klaim-klaim yang dibuat oleh malaysia itu  ... tetapi ingat  status negara malaysia yang hanya  berdaulat di lingkup wilayah negara malaysia sendiri ....Jangan klaim kedaulatan negara lain juga  masuk menjadi menjadi kuasa melayu mahawangsa  kerana itu X benar dan mengelirukan ....

Tetapi jika kau ingin terus hidup berhalunisasi ... maka silakan terus lakukan itu sesukamu ...... Jangan lupa ...resiko dari semua itu .. jika diterwakan dan diangap gila oleh luar dan juga bukan berbangsa melayu di malaysia... maka resiko itu haruslah anda terima dan tanggung sendiri .........bukankah itu adil dan wajar ...hehehehe






Reply

Use magic Report

Post time 23-5-2024 02:28 PM | Show all posts
Edited by nusaraya at 23-5-2024 02:30 PM
nusaraya replied at 23-5-2024 02:10 PM
Buat apa diribotkan sekarang jika memang hikayat hang tuah itu hanyalah cerita fiksi belaka .. teta ...

Tetap berharaplah .... janganlah terjadi hal teruk seperti ini ...terutama nasib teruk bahasa melayu  di masa hadapan..... Hehehehe


Reply

Use magic Report

Post time 23-5-2024 07:41 PM | Show all posts
zaman skrg ni ramai jugak yg delulu terpaling mengaku keturunan sekian2 bagai...

teringat citer sultan melaka dulu...  Beta is better
Reply

Use magic Report

Post time 24-5-2024 10:32 AM | Show all posts
Edited by nusaraya at 24-5-2024 10:34 AM

Sundang Majapahit Teknik Beladiri Khas Majapahit yang Hanya Bisa Dipelajari Pasukan Elit Militer Majapahit

Intisari-online.com - Sundang Majapahit adalah salah satu seni bela diri yang berasal dari Nusantara, khususnya dari Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya pada abad ke-13 hingga ke-16.

Sundang Majapahit merupakan seni bela diri yang unik dan eksklusif, karena hanya dipelajari oleh pasukan elit dalam militer Majapahit, yaitu mereka yang berada dalam jajaran pasukan terbaik kerajaan.

Sundang Majapahit mengkombinasikan teknik pertarungan yang menggunakan teknik patahan, yaitu mematahkan tulang atau sendi lawan, dengan beberapa senjata tajam, seperti pedang dan keris di kedua tangan sebagai alat bertarung.

Sejarah Sundang Majapahit

Sundang Majapahit bermula dari sejarah Majapahit sendiri, yang merupakan kerajaan besar dengan pasukan militer yang kuat dan gagah perkasa.

Orang yang pertama kali memperkenalkan seni bela diri ini adalah Mahisa Anabrang, seorang perwira kerajaan Singasari yang bernaung di bawah panji Majapahit setelah tewasnya Kertanegara, raja terakhir Singasari.

Mahisa Anabrang memperpadukan ilmu bela diri militer kerajaan Singasari dan Dharmasraya, yang terletak di Sumatera Barat, kemudian mengaplikasikannya dengan sokongan dua senjata tajam berupa pedang di tangan kiri yang disebut Sundang dan keris di tangan kanan yang disebut Taji.

Konsepnya adalah tidak menghindar, tetapi justru menyusup masuk ke area pertahanan lawan di sisi terlemahnya.

Sejarah mencatat, ilmu ini sangat kejam, karena serangannya mengalir deras sesuai unsur alam semesta yang menandainya.

Seorang Ranggalawe, yang dikenal cukup perkasa, pun harus takluk dengan tubuh tercabik-cabik di pertarungan tengah sungai melawan Mahisa Anabrang.

Kekejaman ilmu ini adalah tidak dapat dihentikan sebelum lawan ditaklukan, dia akan mengalir bak air bah yang tak terbendung.

Sepeninggalan Mahisa Anabrang, ilmu ini diwarisi putranya, Mahisa Teruna, atau dikenal sebagai Adityawarman, raja Kerajaan Dharmasraya.

Dari prajurit-prajurit Dharmasraya inilah Sundang Majapahit berkembang ke Kepulauan Riau, Bugis, Wajo, Semenanjung Melayu, hingga ke Sulu (Filipina).

Dari berbagai daerah yang telah mewariskannya, masing-masing memiliki ciri karakter yang menandakan seni bela diri Sundang, yaitu adanya tali pengikat pergelangan pada keris dan pedangnya, karena kedua senjata harus mampu diputar berganti peran dengan cepat.

Kerajaan Dharmasraya menitikberatkan pada seni gerak patahan, Bugis mengembangkan kuncian dan tikaman (pencak sarung), dan Sulu pada kecepatan reaksi.

Unsur-unsur Sundang Majapahit


Sundang Majapahit memiliki teknik pertarungan yang terbagi menjadi beberapa unsur, yaitu:

- Sundang Gunung, yaitu unsur pertahanan yang menggunakan gerakan yang kokoh dan stabil seperti gunung.

- Sundang Kali, yaitu unsur penyerangan yang menggunakan gerakan yang lincah dan mengalir seperti air.

- Sundang Laut, yaitu unsur penaklukan yang menggunakan gerakan yang luas dan mendalam seperti laut.

- Sundang Angin, yaitu unsur penyusupan yang menggunakan gerakan yang ringan dan tak terduga seperti angin.

- Sundang Matahari, yaitu unsur perlindungan yang menggunakan gerakan yang terang dan hangat seperti matahari.

Baca Juga: Inilah Laksamana Mpu Nala, Pemimpin Angkatan Laut Majapahit yang Membuatnya Berjaya di Lautan

Sundang Majapahit di Masa Kini

Sayangnya, Sundang Majapahit sudah jarang dipelajari lagi di Nusantara. Bahkan, menghilang tanpa jejak.

Setelah kerajaan Majapahit hancur, seni bela diri ini menghilang dan tidak bisa ditemukan lagi.

Beberapa kerajaan yang dahulu diajarkan juga sudah banyak yang menghilang, kecuali kerajaan Sulu yang ada di Filipina.

Karena itu, seni bela diri ini masih ada di Filipina, dengan nama Kali Majapahit.

Kali Majapahit adalah salah satu seni bela diri khas Filipina yang mengadaptasi Sundang Majapahit dengan memasukkan unsur-unsur budaya dan senjata lokal Filipina, seperti pisau, tongkat, dan sarung.

Sundang Majapahit adalah salah satu warisan budaya Nusantara yang patut dilestarikan dan dikembangkan.

Seni bela diri ini tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga nilai filosofis dan estetis.

Sundang Majapahit mengajarkan kita untuk menghargai alam semesta dan menguasai diri sendiri.

Sundang Majapahit juga menampilkan keindahan gerak dan senjata yang khas Nusantara.

Sundang Majapahit adalah salah satu bukti kejayaan dan kekayaan Nusantara di masa lalu, yang seharusnya menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita di masa kini dan masa depan.

1
Reply

Use magic Report

Post time 11-6-2024 08:30 AM From the mobile phone | Show all posts
nusaraya replied at 23-5-2024 02:10 PM
Buat apa diribotkan sekarang jika memang hikayat hang tuah itu hanyalah cerita fiksi belaka .. teta ...

Nyong orak meributkan yuk..wes jenenge is hikayat..  ujarku angger limang batir enek pon orak entok sebarang bukti sing temenan.Emboh la ..nyong udu sejarahwan sing iso omong semberono ..karep mu la yukkkkk..huhu
Reply

Use magic Report


ADVERTISEMENT


You have to log in before you can reply Login | Register

Points Rules

 

ADVERTISEMENT



 

ADVERTISEMENT


 


ADVERTISEMENT
Follow Us

ADVERTISEMENT


Mobile|Archiver|Mobile*default|About Us|CariDotMy

18-6-2024 12:44 AM GMT+8 , Processed in 0.187439 second(s), 41 queries .

Powered by Discuz! X3.4

Copyright © 2001-2021, Tencent Cloud.

Quick Reply To Top Return to the list