|
Originally posted by Hang at 5-3-2008 10:14 AM 
.Hati ini pemburu sepi
Frekuensi detak jantungku menghitung waktu
bagai bait-bait rindu dinyanyikan ombak
tika angin runcing lagi dingin menikam kalbu
di mana kerinduan seorang aku kian menggoda
mencakar, merobek, menghempas jantung
lalu berdarah di atas karang
puteri duyung pun menangis di ujung lautan
bersama kilauan keemasan mentari yang menjunam di air
taufan pun melanda meranapkan tugu setiakawan
hingga aku pun tercampak ke tepi
di mana aku tak ingin sendiri...
Hati ini pemburu sepi
lantaran segalanya hanya tinggalan kenangan
yang tersepah di atas jalanan masa
Kerinduan, Kesepian dan Keasingan
berikan aku satu rumus cinta
yang tersimpan di celah rambutmu yang mengurai
untuk bekalan mencari kebenaran perjalanan
di atas lorong tanpa penghujung
di mana kita tak ingin sendiri
dan takkan kembali...
Apakah yang ada pada harapan?
kalau rumusannya cinta masih disimpan di celah rambutmu
dan kita hanya meniti di atas impian
tanpa mau meneliti unsurnya yang tercantum...
Berikan aku kesabaran
dari segala keimanan, keinsafan dan keyakinan
akan kucantum kebenaran yang terlerai
di mana aku tak mungkin melepaskannya.. .
Kubingkaikan kenangan di relung hatimu
kelak kau pandang jika kau rindu
aku juga menanam kasih di kalbumu
saat ia mekar mewangi, kau petiklah setangkai
cium wangian rindu itu
jangan ada ragu
jangan nanti kau sesal.
Aku jua menjadi pemburu sepi
bila benang kasih telah kita uraikan
dalam rajukan cinta yang panjang
yang kian mendera sukma
lewat rinduku di jalanan.
Datang kembali, bawalah senyum
dan genggam tanganku, langkah kita
usah diusaikan
Kita susuri langkah menjejaki cinta di pasiran pantai
menyaksi gulung debur ombak dan buih
bayu menyisir rambutku dan rambutmu
di bawah redup mentari keemasan itu
jangan kelak kau galas cinta semu. |
|
|
|
|
|
|
|
Pandai berpuisi rupanya Indah  |
|
|
|
|
|
|
|
Reply #1082 ibnusina81's post
hai.. ibnu... buat ar puisi utk tred In ni..... |
|
|
|
|
|
|
|
Aku ingin sekali membunuhnya
sangat
sungguh.
Dan aku mulai penat
dengan perasaan sendiri.
Biarlah, dia curang
biarlah
asal aku setia
biarlah
asal aku bukan dia
biarlah
cinta tidak mati
meski aku mati
biarlah
dia terus berpura-pura
asal aku jujur
biarlah
dia hebahkan hatinya luka
kerana aku
biarlah
dia tidak ingin mengakui
segala salahnya
biarlah
Siapakah yang akan menyeka
lelehan darah di hatiku
yang kian membuak ini..?
Biarlah
semuanya sudah usai
dalam bayangan kelam. |
|
|
|
|
|
|
|
Ketika mentari lewat menjengukku
hujan mulai usai, bersama mimpi-mimpi semalam
kelmarin ketika panas mendakap hari
ada cerita cinta tertera anggun menyimpuh
penuh dengan janji-janji luhur
mentari terpana bersama mekarnya rindu
namun,
mendung mulai membayang sebelum sore datang
kelam menyelubungi langit
banir-banir duka mulai mengalir
setiap saraf mulai menjerit
memuntahkan kolam pedih yang membuak
menundukkan wajah yang kian lesu
mimpi itu kian ngeri
mimpi itu kian pergi. |
|
|
|
|
|
|
|
Reply #1085 indah1285's post
sungguh ngeri menatap puisimu
apa sudah terjadi?  |
|
|
|
|
|
|
|
Balas #1086 cak!\ catat
tu tandanya penulis sedang jatuh cinta |
|
|
|
|
|
|
|
Di kamar ini jiwa ku masih menyala
saat aku melihat cinta itu pergi
perasaan sangat kecewa
saat ku sedari bahwa kejujuran dan keikhlasan
sudah tak berarti lagi
ketika akhirnya aku fahami bahwa
mimpi indah itu memungkirkan kenyataan
lalu apakah semua pengorbananku sia-sia belaka..?
Dulu..
aku mendambakan dadamu yang lapang
buat ku labuhkankan kepala
berdansa denganmu, dalam siulan bayu
di malam suram, sambil ubun-ubunku kau kucup
hangat dan damai.
Jika pun aku menangis
kau tetap menarikku, ke dadamu
tenangkan aku sambil rambutku kau elus
bersama kita menyaksikan bintang menari
Aku membuka kelopak mata
mimpi itu telah padam
luluh hati mengadu
sungguh ingin aku meronta
benamkan perih, kecewa terpatri memendam amarah.
Hatiku yang kau lukai dan kau seakan tidak bersalah
cubalah kau adili dirimu sendiri
tentu tak akan mampu kau mau mengerti
dengan maaf yang berkali sering kau ucap
tidak memberi erti dapat mengubati luka yang kau toreh
sehingga hampir berhenti denyut nadi ini.. |
|
|
|
|
|
|
|
Aku ingin sekali membunuhnya
sangat
sungguh.
Dan aku mulai penat
dengan perasaan sendiri.
Biarlah, dia curang
biarlah
asal aku setia
biarlah
asal aku bukan dia
biarlah
cinta tidak mati
meski aku mati
biarlah
dia terus berpura-pura
asal aku jujur
biarlah
dia hebahkan hatinya luka
kerana aku
biarlah
dia tidak ingin mengakui
segala salahnya
biarlah
Siapakah yang akan menyeka
lelehan darah di hatiku
yang kian membuak ini..?
Biarlah
semuanya sudah usai
dalam bayangan kelam.
Aku dibiarkan memburu sejuta kepastian
dalam kebuntuan pencarian
menyemai sekuntum pengertian
hingga aku diperbisikkan
ssssssst.............
irama pun kian sumbang
tenggelam..
Masih adakah kecintaan
pada jiwa yang terharu?
Dan masih adakah kemanusiaan
yang mengemis noda?
Aku masih berteduh
di celah rimbunan khatulistiwa
membuang keluhan hati
yang membunuh cita
hingga angin yang sipu-sipu
tertawa
hahaha...............
menyindir pedih
pilu..
Masih adakah kemurnian
pada hati terluka?
dan masih adakah pamitan
yang meminta tangisan terhiba?
Aku kian tersepit
dalam kebuntuan pencarian
memburu dan diburu
sendiri dan menyendiri
hingga aku diperbisikkan lagi
syhhhh..............
maka di sinikah berakhirnya satu kematian? |
|
|
|
|
|
|
|
Aku sadar bukan mudah
Untuk mengejar mimpi indah
Pernah suatu ketika dulu
Ku punya harapan besar
Kini aku tak pasti
Dapatkan ku miliki
Sudah jauh kita tempuh
Kekalkanlah impian lalu
Mungkin ada hikmat
Yang akan menunggu
Di penghujung jalan
Biar nanti kecewa
Setidak-tidaknya mencuba
Jika halangan menduga perjalanan kita
Janganlah kau putus asa
Karena ku ada di sisi setia menemani
Andai semangatmu gugur
Genggamlah tanganku
Kita hampir ke situ
Adakala ku terasa
Ketabahan tak setegar
Tetapi apakan daya
Berhenti separuh jalan
Percayalah padaku
Aku yakin kita mampu
Biar orang katakan
Rapuhnya harapan
Bukan mereka tentukan lagi
Kau ada aku dan aku punya kamu
Amanlah akhirnya tetap bersama |
|
|
|
|
|
|
|
salam in
haii sumer..salam kenal:handshake:
saat ini
hati bagai mati
jiwa sangat sunyi
mengapa sering dinanti pada yang tak pasti..
bukankah penantian itu satu penyiksaan??
tapi dalam penantian itu punya harapan
dan kubawa harapan itu meniti hari-hari sepi
menyusuri hari-hari sunyi
moga nanti
kau bisa fahami
apa yang tersirat dihati ini
dan disaat itu
aku tak perlu lagi menanti
menanti hatimu yang tak pasti |
|
|
|
|
|
|
|
Balas #1091 maysara\ catat
hai....:handshake:
terimakasih sudi bertandang kt tred puisi In...
jenguk2 selalu k.... |
|
|
|
|
|
|
|
Originally posted by Hang at 11-3-2008 02:27 PM 
Aku dibiarkan memburu sejuta kepastian
dalam kebuntuan pencarian
menyemai sekuntum pengertian
hingga aku diperbisikkan
ssssssst.............
irama pun kian sumbang
tenggelam..
Masih adakah kecintaan
pada jiwa yang terharu?
Dan masih adakah kemanusiaan
yang mengemis noda?
Aku masih berteduh
di celah rimbunan khatulistiwa
membuang keluhan hati
yang membunuh cita
hingga angin yang sipu-sipu
tertawa
hahaha...............
menyindir pedih
pilu..
Masih adakah kemurnian
pada hati terluka?
dan masih adakah pamitan
yang meminta tangisan terhiba?
Aku kian tersepit
dalam kebuntuan pencarian
memburu dan diburu
sendiri dan menyendiri
hingga aku diperbisikkan lagi
syhhhh..............
maka di sinikah berakhirnya satu kematian?.
Aku juga dibiarkan dalam ketidakpastian
melagukan irama sendiri
biarpun sumbang
aku tetap mendengari
sehingga aku disuruh diam
lalu aku diam.
Aku juga tertanya
masih adakah kecintaan
dalam jiwanya itu
kalau cintanya unggul
buat aku ini
atau sekadar mainan kata yang tercipta
kerana dungu seorang aku.
Aku masih berteduh di bawah awan itu
mendongak ke langit
menyeka airmata dari tumpah lagi
kerana aku malu
pada bayu yang menyindir
yang pernah membawa rinduku
pun aku tak upaya robohkan tabir duka.
Aku cuma ingin berkata kepada dia
jangan lagi sindiri aku
yang naif ini
jangan lagi berkata kepadaku
sesuatu yang aku sangat jujur
jangan lagi marahi aku
atas dasar lemah diri ini
kerana aku mudah menangis
dan kau tidak akan datang menyekanya lagi.... |
|
|
|
|
|
|
|
Oleh kerana saya melihat kesedihan In, mari kita lihat apa kata Rumi apabila kita sedih 
Berikan kelemahanmu
pada Dia yang Maha Membantu
Tangisan dan ratapan adalah sarana yang luar biasa
Ibu yang tengah menyusui,yang dilakukannya
hanya menunggu panggilan anaknya
Hanya rengekan awal yang lirih saja,
maka dia pun datang
Tuhan menciptakan anak itu yakni,
keinginanmu agar ia menangis
supaya susu menetes
Menangislah!
Jangan menahan persahaan dan diam saja dengan sakitmu
Merataplah!
Dan biarkan susu yang Pengasih mengalir ke dalam tubuhmu |
|
|
|
|
|
|
|
WAFAT.
Semua manusia tentu akan kembali kepada-Nya. Demikianlah yang terjadi pada Rumi. Penduduk Konya tiba-tiba dilanda kecemasan, gara-gara mendengar kabar bahwa tokoh panutan mereka, Rumi, sakit keras. Meski menderita sakit keras, pikiran Rumi masih menampakkan kejernihannya.
Seorang sahabatnya datang menjenguk dan mendo'akan, "Semoga Allah berkenan memberi ketenangan kepadamu dengan kesembuhan." Rumi sempat menyahut, "Jika engkau beriman dan bersikap manis, kematian itu akan bermakna baik. Tapi kematian ada juga kafir dan pahit."
Pada 5 Jumadil Akhir 672 H dalam usia 68 tahun Rumi dipanggil ke rahmatullah. Tatkala jenazahnya hendak diberangkatkan, penduduk setempat berdesak-desak ingin menyaksikan. Begitulah kepergian seseorang yang dihormati ummatnya.
Aku mati sebagai mineral
dan menjelma sebagai tumbuhan,
aku mati sebagai tumbuhan
dan lahir kembali sebagai binatang.
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.
Sekali lagi,
aku masih harus mati sebagai manusia,
dan lahir di alam para malaikat.
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,
aku masih harus mati lagi;
Karena, kecuali Tuhan,
tidak ada sesuatu yang kekal abadi.
Setelah kelahiranku sebagai malaikat,
aku masih akan menjelma lagi
dalam bentuk yang tak kupahami.
Ah, biarkan diriku lenyap,
memasuki kekosongan, kasunyataan
Karena hanya dalam kasunyataan itu
terdengar nyanyian mulia
"Kepada Nya, kita semua akan kembali" |
|
|
|
|
|
|
|
Ada kuasa yang hidup dalam jiwamu, carilah kehidupan itu
Ada permata dalam gunung tubuhmu, carilah lombong itu
Wahai pengembara, jika engkau dalam pencarian itu
Usahlah melihat di luar, lihatlah dalam dirimu dan
carilah itu.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kesepian ini nilainya melebihi seribu jiwa
Kebebasan ini nilainya melebihi segala tanah di bumi
Untuk menjadi satu dengan kebenaran buat ketika
Nilainya melebihi dunia dan jiwa itu sendiri
-Rumi-
|
|
|
|
|
|
|
|
tika ini..
aku tak tau nak wat ape
serta merta kenangan menyerbu fikiranku
teringat daku kata2 seorang sahabat
yg cuba ingin mengubahku
menjadikan aku lebih dari segala sudut
tapi kadangkala aku mentertawakannya
dan kadangkala merendahkan lagi diriku
sebab bagi aku, aku tak sempurna sepertinya
dan tak mampu jadi sepertiya..
hari ini..
apa yg aku lalui mengingatkan aku kata2nya dulu
dan apa yg dia nak aku buat.. aku dah lakukan tanpa aku sedari
tanpa paksaan dari sesapa
ianya hadir sendiri tanpa disedari
kata2 nya dulu semuanya benar
dan perubahan itulah yg menjadikan diri aku seperti ini
walau tak seperti dia
tapi bagi ku.. itu adalah permulaan
dan serta merta dia datang dalam rinduku
Ya Tuhan.. mana sahabatku.. aku rindukan nya..
aku tak tau di mana dia
yg pasti tiap kali berdoa.. aku tak penah lupakan dia
Kau sampaikan lah salam rindu aku pada dia..
janji ku pada diri.. aku akan cari dia bila aku dah dapat apa yg aku cari selama ni..
dan dia adalah org pertama yg akan ku khabarkan..
terima kasih teman
kesabaran mengatasi segala2 nya..
Buat sahabatku..
Tak terasa bila dia pergi
Tapi sayu bila dia tak kembali
Mencarinya dengan hati suci..
Lebih indah daripada memiliki tapi tak menghargai
Dia datang tanpa seruan..
Dia pergi tanpa alasan
Kejarlah dia sebelum hilang dari pandangan..
Kerana hadirnya anugerah yang tiada bandingan..
Thank you ALLAH for the gift of PERSAHABATAN..
[ Last edited by athieyra at 12-3-2008 08:39 PM ] |
|
|
|
|
|
|
|
Reply #1099 athieyra's post
TQ t..... :kiss: :flower:
kemari selalu temani In...... |
|
|
|
|
|
|
| |
Category: Wanita & Lelaki
|